Jerat 10

2000 Kata
"Aku tidak menyangka, ternyata Bos ku sebodoh itu. Tuan Sean begitu bodoh percaya dengan kata demi kata yang kita rangkai dengan begitu rapinya. Kita harus menggunakan kesempatan ini untuk membuat Tuan Sean bangkrut." Ujar seorang yang ada di balik video yang sedang tayang secara live tepat di depan mata Sean, membuat Sean langsung mengepalkan tangannya kuat penuh amarah. dengan cepat Sean merebut ponsel yang ada di tangan Devina secara kasar, lalu menatap video yang tayang secara langsung itu dengan tatapan tajamnya, hingga emosi Sean semakin membuncah saat mendengar suara seorang wanita juga yang mendukung setiap kata-kata yang keluar dari seorang pria tadi. "kalian berdua benar-benar manusia biadab, tidak punya perasaan manusia, ternyata hati kalian tidak jauh berbeda seperti hati hewan yang tidak memiliki hati manusiawi sama sekali. "gumam Sean dengan nada yang terdengar sangat pelan, namun penuh penekanan, tanda kalau dirinya benar-benar sangat murka kali ini . dengan refleksnya Sean melempar atau membanting ponsel Devina, hingga ponsel Devina hancur tak bisa terpakai lagi, namun tidak membuat Devina marah ataupun tidak terima saat ponselnya dihancurkan oleh Sean, justru Devina memperlihatkan senyumnya saat melihat kemarahan Sean. Sean marah karena Sean sungguh tidak menyangka ternyata seorang yang selama ini ia anggap baik, ia anggap sebagai orang ter tulus di dunia ini terhadap dirinya, ternyata orang itu tidak jauh dari orang yang begitu sangat tak berhati. sehat benar-benar sangat menyesal telah mempercayai orang yang sama sekali tidak tulus terhadap dirinya dan hanya memanfaatkan kebaikan dirinya. padahal selama ini Sean menganggap orang itu adalah keluarga, bahkan Sean rela membela setiap kesalahan yang ia lakukan baik itu dalam segi hati maupun secara akal , Sean pasti memberi pembelaan terhadap orang tersebut. nama siapa sangka, ternyata orang yang selama ini ia bela, yang selama ini ia anggap baik, ternyata hanya memanfaatkan kebaikan dirinya .Sean jadi merasa ragu untuk mempercayai setiap kata-kata orang lain ke depannya, Anggap saja sehat depannya akan merasa trauma untuk percaya terhadap orang lain. "tenangkan dirimu dulu Sayang. kamu tidak perlu marah-marah seperti ini dulu, karena kesehatan kamu jauh lebih penting dibandingkan mereka tidak "ujar Devina mencoba untuk menenangkan sehat sambil ngobrospot dan seanda dengan penuh kelembutan, dan mencoba untuk meredakan amarah Sean, jika membuat sehat langsung menoleh pada Devina dengan tatapan yang sulit diartikan." dari mana Tante bisa merekam pembicaraan mereka? atau menempatkan seseorang untuk menjadi mata-mata?" tanya sehat yang begitu sangat merasa penasaran karena begitu mudahnya Devina mendapatkan rekaman mereka tanpa ada sedikit menjeda atau ada sedikitpun yang terlewati. "tidak perlu kamu tahu dari mana hasil rekaman itu datang kok malah yang jelas, hasil rekaman itu bukanlah rekaman rekayasa atau semua editan saja, karena aku sengaja menunjukkan rekaman itu secara live agar kamu percaya padaku . aku yakin jika rekaman itu dibuat seperti rekaman biasa saja, bukan secara live, aku yakin kamu tidak akan mempercayainya Dan menganggap aku hanya ingin berusaha menghancurkan mu saja .tapi pada kenyataannya ,rekaman itu bukanlah rekaman rekayasa, hasil rekaman itu real. itu sengaja aku berikan secara live agar kamu percaya. jadi kamu tidak perlu tahu aku mendapatkannya dari mana dan siapa yang menjadi mata-mataku." ujar Devina menjawab pertanyaan Sean, di mana Devina tidak memberitahu secara jelas Siapa orang yang menjadi mata-matanya untuk mengikuti jejak orang yang menghianati Sean. "Terima kasih karena tante sudah mau membantu ku. bisakah tante sejarang pergi, aku ingin menenangkan diri dulu, "kata Sean yabg masih tidak bisa menerima kenyataan dimana orang yang selama beberapa tahun belakangan ini ia anggap sebagai keluarga ternyata adalah orang yang menjadi pengkhianat bagi dirinya. Devina yang mengerti kalau Sean butuh sendiri, butuh ketenangan ,akhirnya Devina menganggukkan kepalanya mengerti. Devina nenciun singkat kepala Sean sebelum ia pergi atau keluar dari ruangan Sean. setelah kepergian Devina, Sean langsung melampiaskan kemarahannya dengan melempar semua barang yang ada di meja kerjanya. sedangkan Devina sendiri, ia mengerti bahkan sudah tau apa yang dilakukan oleh Sean di dalam ruangannya Devina tersenyum puas dengan hasil yang ia dapatkan setelah ia menyerahkan sebuah bukti soal pengkhianatan orang di sekitar Sean. "Sean Sean, ini masih permulaan, kamu masih belum tau semuanya, kamu sudah seperti ini menunjukkan sikap kekecewaannya ,bagaimana jika kamu tahu segalanya. "gumam Devina sambil memperlihatkan senyum misteriusnya, entah apalagi yang diketahui oleh Devina, atau rahasia apa lagi yang belum Devina beritahu pada Sean ,sepertinya ada sesuatu yang lebih besar lagi masalahnya yang belum ia beritahu pada Sean. entah masalah apa lagi yang lebih besar dari yang sudah Devina katakan pada Sean, hanya Devina lah yang tahu tentang masalah tersebut, hanya menunggu waktu yang tepat saja kapan Devina siap untuk memberitahu Sean mengenai masalah yang belum ia beri tahu dan yang anggap masalah tersebut jauh lebih besar dari masalah yang sudah ia beritahu pada Sean tadi. setelah cukup lama Devina di luar dan membiarkan Sean menumpahkan amarahnya dengan puas di dalam ruangannya, Devina kembali masuk ke dalam ruangan Sean, yang Langsung mendapat teguran dari Sean karena Sean butuh untuk sendiri. "mau apa lagi tante kesini? "tanya Sean dengan nada datarnya, terdengar sangat jelas kalau Sean sangat tidak menginginkan Devina ada di dekatnya. Devina tidak perduli atas penolakan Sean, atau kalau dilihat secara jelas, Sean tidak butuhkan dirinya di sampingnya. Devina mendekati Sean, dan duduk dipangkuan Sean dengan penuh paksaan, karena Sean sempat ingin mendorong tubuh Devina agar tidak duduk di pangkuannya. karena Devina langsung mengalungkan kedua tangan pada leher Sean, jadi Sean hanya diam saja membiarkan Devina duduk di pangkuannya. "dengar sayang, tidak semua orang yang ada di mata kamu itu baik karena kamu belum melihat keburukan orang tersebut, begitu pun juga dengan sebaliknya, kamu juga tidak bisa beranggapan orang itu buruk hanya karena kamu menemukan 1 keburukan. jadi kamu tidak perlu merasa terkhianati saat orang yang kamu percaya dan di beri kepercayaan penuh telah mengkhianati kamu, karena ada orang lain yang bisa kamu percaya. aku tidak minta kamu untuk percaya sama aku, tapi jujur saja, aku sudah terlanjur di pandang buruk di mata kamu, jadi apapun yang aku lakukan, pasti dimata kamu akan salah. tapi percayalah, apapun yang aku lakukan, semua itu hanya untuk menyadarkan kamu saja, bukan sengaja mencari kesalahan orang lain demi memiliki mu. sekalipun kamu tetap menolak aku, aku akan tetap membantumu untuk melihat mana orang yang benar-benar tulus sama kamu, dan mana yang hanya pura-pura tulus sama kamu. "ujar Devina panjang lebar seraya mengelus wajah Sean dengan tangan sebelahnya, dan Sean hanya diam saja menerima setiap sentuhan tangan Devina, bahkan Sean juga mendengarkan setiap perkataan Devina dengan seksama, hingga Sean mulai berpikir, apakh dirinya harus percaya dengan kata-kata Devina atau tidak. "aku tau kamu ragu dengan ku, tapi kalau kamu mau percaya sama aku, aku akan dengan senang menyadarkan kamu untuk melihat mana yang baik buat masa depan kamu dan mana yang tidak baik. tidak perlu percaya dengan kata-kata ku, aku tidak keberatan kalau kamu memang tidak percaya. aku cuma mau ngasih tau satu hal sama kamu, jika kamu memilih untuk tetap pada keputusan kamu, aku harap kamu tidak menyesal. "ujar Devina lagi saat Devina menangkap raut wajah keraguan dari Sean. "jangan menyesal apa maksud tante? "tanya Sean dengan bingung nya. "aku tidak mau melarang kamu untuk tetap melanjutkan hubunganku dengan shella, tapi jika suatu saat kamu menyesal, aku harap kamu tidak menyesalinya, karena aku yakin, kamu pasti akan menyesal suatu saat nanti jika kamu masih tetap mempertahankan Shela di sisimu. "kata Devina yang membuat Sean kembali terdiam, ia merasa bingung dengan ucapan Devina yang secara tidak langsung meminta dirinya untuk segera mengakhiri pertunangan nya dengan Shela. "jika aku mengakhiri pertunangan ku dengan Shela, apakah itu merupakan keputusan yang tepat menurut tante? "tanya Sean setelah cukup lama ia terdiam. "Aku tidak bilang itu merupakan keputusanmu yang tepat untuk mengakhiri pertunanganmu dengan Shela, hanya saja jika memang kamu tetap mempertahankan Shella untuk dijadikan sebagai pendamping hidupmu, Aku pastikan kamu akan menyesalinya. jangan beranggapan aku sedang berusaha mengotori pikiranmu karena aku juga mencintaimu sama seperti Shella, aku juga tidak keberatan jika kamu ingin menolakku kamu bisa menghapus Namaku dan juga nama Shella di hatimu, kalau memang kamu beranggapan Aku ingin menghancurkan shella demi kepentingan diriku sendiri untuk memilikimu. aku hanya tidak ingin kamu menyesalinya di suatu saat nanti dan kalau memang kamu ingin wanita lain aku juga tidak keberatan, karena aku punya cara tersendiri untuk memilikimu, sekalipun kamu tetap mempertahankan shella sebagai pendamping hidupmu ,aku tetap punya cara sendiri untuk memilikimu juga." ujar Devina panjang lebar, yang membuat Sean langsung memperlihatkan senyum sininya, beranggapan kalau Devina sedang berusaha untuk mencari celah untuk masuk ke dalam hatinya disaat dirinya sedang merasa kalut seperti ini, ditambah lagi masalah yang ia dapatkan kali ini cukup besar bagi Sean, dan cukup mengganggu pikirannya, yang otomatis jika dirinya memberi jalan untuk Devina masuk ke hatinya, otomatis Shela benar-benar akan bergeser di hatinya. "seperti yang sudah tante katakan tadi .aku tidak boleh beranggapan orang itu buruk seterusnya Setelah aku melihat satu keburukan pada diri orang tersebut. jadi Sekalipun Aku tadi melihat keburukan satu keburukan di hati dia, itu tidak akan membuat aku menghapus dia di hatiku . Jadi kalau memang tante ingin aku sadar, tante tidak perlu menyadarkan aku, karena jika aku memang ingin sadar, aku bisa sadar dengan sendirinya. "ujar Sean dengan penuh ketegasan, dan ternyata kata-kata Sean tidak membuat Devina menyerah, Devina tetap menahan diri untuk tetap duduk di pangkuan Sean saat Sean berusaha untuk melepaskan Devina atau meminta Devina turun dari pangkuannya. "Memangnya kamu bisa melihat keburukan orang itu setelah kamu memilih untuk tidak lagi menyadarkan diri kamu? "tanya Devina mengejek Sean, karena menurut Devina, keburukan orang yang baru saja ia ketahui itu dapat Sean ketahui karena bantuan dirinya, bukan karena usaha Sean sendiri . mendengar ucapan Devina, Sean langsung terdiam karena memang selama ini Sean tidak pernah menyelidiki orang-orang yang dekat dengan dirinya Apakah orang tersebut benar-benar tulus dekat dengan dirinya atau memang ada maksud tertentu mendekati dirinya. melihat Sean yang terdiam, Devina kembali membuka suaranya. "apa jika aku membongkar semua keburukan orang-orang yang ada di dekat kamu, kamu akanTerima kasih kepadaku , tidak mungkin kan kalau memang kamu menyadarkan diri kamu atas keinginan dirimu sendiri tanpa aku, bisa kamu selidiki mulai dari sekarang, biar kamu tidak beranggapan kalau aku sedang mencari celah untuk masuk ke hatimu. seperti yang sudah aku katakan tadi ,sekalipun kamu tidak memilih aku ataupun tidak memilih Shella, Aku punya cars tersendiri untuk memilihmu. jadi kamu tidak perlu beranggapan kalau aku melakukan semua ini hanya ingin masuk ke hatimu . Aku melakukan semua ini murni hanya ingin menyadarkan kamu, agar kamu tidak menyesal dalam keputusanmu di kemudian hari . "ujar Devina panjang lebar , dan kali ini Sean benar-benar mengerti apa maksud dari ucapan Devina yang sedang berusaha untuk menyadarkan dirinya. Devina mendekatkan wajahnya pada leher Sean, dan detik berikutnya Sean merasa lehernya begitu sangat hangat, dan itu karena Devina menempelkan bibirnya pada leher Sean, yang entah kenapa, Sean makan justru menikmatinya. tangan Devina juga mulai meraba d**a Sean, dan Sean cukup menikmatinya. ternyata, semakin Sean memberikan waktu atau membiarkan Devina menyentuh dirinya dengan bebas, itu bisa membuat Devina seperti punya jalan untuk masuk ke hatinya, terbukti dari reaksi Sean yang begitu sangat menikmati baik itu sentuhan tangan Devina, atau sentuhan bibir Devina, Sean benar-benar merasa panas di sekujur tubuhnya. "benar kata orang, cinta itu butuh perjuangan, dan sekarang aku sedang berjuang untuk mendapatkan cintaku, yaitu kamu. "bisik Devina dengan nada sensualnya, membuat Sean semakin terasa panas di tubuhnya. ingin rasanya Sean melahap bibir Devina, tapi sebisa mungkin Sean tahan, agar Sean tidak menjatuhkan harga dirinya sendiri yang katanya tidak ingin jatuh cinta pada Devina, meski sejak awal Sean membiarkan Devina menyentuh tubuhnya dengan bebas, tapi Sean tetap akan berusaha mempertahankan Shela di hatinya. "tante, bisakah tante pulang dulu, biar aku selesaikan pekerjaan ku. nanti malam, kita bisa bertemu, karena Shela juga sedang tidak ada disini, "ujar Sean yang terpaksa meminta waktunya pada Devina untuk meyakinkan dirinya dalam mengambil keputusan untuk bersenang-senang dengan Devina. "selesaikan saja, aku tidak akan menganggu pekerjaan mu," kata Devina yang masih betah memainkan lidahnya di leher Sean, hingga membuat Sean tidak bisa menahan diri lagi untuk hanya diam saja. "tante, jangan salahkan aku jika aku benar-benar melakukan hal yang lebih pada tante, karena aku pria normal....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN