"Tante, jangan salahkan aku jika aku benar-benar melakukan hal yang lebih pada Tante, karena aku pria normal." kata Sean dengan penuh ketegasan, membuat Devina langsung tersenyum puas.
" tanpa kamu peringati pun, aku tahu kamu pria normal . " ujar Devina yang membuat Sean langsung mendorong tubuh Devina secara kasar hingga Devina benar-benar menjauh dari Sean.
mendapat perilaku yang tidak halus dari Sean, Devina langsung bersedekap d**a dan membelakangi Sean.
" aku tahu Tante sedang berusaha untuk mencari celah agar aku benar-benar bisa melepaskan Shela. tante sedang berusaha untuk merebut aku dari Shela. Tapi percayalah tante, sekalipun aku bisa melepaskan Shela, aku juga tidak akan memilih tante, Karena aku tahu, tante punya niatan buruk setelah tante berhasil memisahkan aku dengan Shela. "ujar Sean yang tiba-tiba saja Saya menuduh Devina dengan kata-kata yang jauh dari kata baik, membuat Devina langsung membalikkan badannya dan menghadap pada Sean.
" kejam sekali tuduhanmu ya. aku tidak peduli sih dengan tuduhanmu, karena sejak awal aku katakan, sekalipun kamu memilih wanita lain aku akan tetap berusaha untuk menjadikanmu sebagai milikku, karena aku punya cara tersendiri untuk memilikimu Sean. sekejam apapun tuduhan mu terhadapku, aku juga tidak peduli, tapi perlu kamu ketahui, kalau aku tidak akan pernah menyerah sekalipun kamu melontarkan kata-kata paling menyakitkan buat aku. "ujar Devina dengan penuh ketegasan, membuat Sean benar-benar tidak mengerti, kenapa Devina begitu sangat gigih untuk memiliki dirinya, padahal sudah jelas-jelas ia tolak secara kasar itu karena Sean sengaja agar Devina mundur secara perlahan .tapi sayang , meski sekejam apapun kalimat yang ia lontarkan demi meruntuhkan semangat Devina untuk merebut dirinya dari Shella, ternyata tidak membuat Devina menyerah untuk berusaha merebut dirinya dari Shela.
" aku mohon pada tante, dengan kebesaran hati Tante, Berhentilah bermimpi untuk merebut aku dari Shela, karena Shela itu anak tante. sekali lagi aku minta pada Tante, minta kesadaran tante, agar tante kembali berpikir ulang untuk merebut calon suami anak tante sendiri. " ujar Sean dengan penuh permohonan, meminta dengan segala hormat agar Devina mundur tanpa harus mengganggu hubungan dirinya dengan Shela.
" Kalau kamu bisa memohon, Kenapa aku tidak? jika kamu memohon agar aku mundur secara perlahan agar aku tidak memisahkan kamu dengan Shella, maka aku juga akan memohon agar kamu tidak melarangku untuk memisahkanmu dengan Shela, karena aku punya alasan yang kuat Kenapa aku tetap berusaha melepaskan kamu dari Shela. Sean, aku tidak banyak minta terhadapmu, aku hanya minta kamu berbagi waktu denganku, itu saja. jika memang sampai ajal menjemputku kamu tidak bisa mencintaiku, maka kamu bisa kembali pada Shella dan aku akan mengiklaskanmu untuk menjadi milik Shella. tapi aku yakin , cepat atau lambat, kamu pasti akan jatuh ke pelukanku, dan Aku juga yakin kamu bisa melupakan Shella setelah kamu mengetahui segalanya. "ujar Devina panjang lebar membuat Sean semakin tidak mengerti, Sebenarnya ada masalah apa antara Shella dan juga Devina, Kenapa antara ibu dan anak itu seperti ada masalah besar yang tersembunyi. pikir Sean.
sebenarnya tanpa Devina katakan sekalipun, sudah pasti Sean akan jatuh ke pelukan Devina, karena Entah kenapa Sean benar-benar kesulitan untuk menolak pesona Devina. hanya saja Sean akan berusaha untuk tetap menyadarkan Devina, agar Devina berhenti menggoda dirinya, karena sudah dipastikan Sean pasti akan kalah dari Devina, ia pasti akan jatuh ke pelukan Devina kalau Devina terus menggoda dirinya.
Sean merasa ia harus menyerah sebelum bertarung dengan Devina, karena sudah pasti Sean akan kalah, dan sudah dipastikan ia akan jatuh ke pelukan Devina.
karena Sean merasa dirinya sudah kalah sebelum bertempur, akhirnya Sean pun berdiri dan mendekati Devina, lalu memeluk Devina dari belakang dengan penuh kemesraan, hingga berhasil mengejutkan Devina yang sedang menahan diri agar tidak terbawa emosi saat mendapat tuduhan yang tidak tidak dari Sean.
" Aku tidak tahu apa keputusanku ini sudah benar atau tidak, kenapa aku jadi mudah lulur pada Tante. aku benar-benar tidak bisa Naif kalau aku tidak bisa menolak pesona tante. " ujar Sean karena dia memang tidak bisa menolak pesona Devina, di mana pesona Devina mengalahkan pesona anak remaja atau anak SMA, bahkan menurut Sean, kecantikan dan kesempurnaan fisik Devina sudah mengalahkan Shella, meski Shella dianggap sebagai anaknya, Tapi kesempurnaan fisik yang dimiliki oleh Devina melebihi fisik yang dimiliki oleh Shella. namun meski begitu, Sean memilih menyerahkan diri pada Devina bukan karena fisik Devina, tapi memang karena dirinya lah yang tidak bisa mengontrol diri jika mendapat godaan dari Devina.
Devina yang mendengar kejujuran dari Sean langsung menerbitkan senyumnya, dan mengelus kedua tangan Sean yang tengah melingkar di perut ratanya.
" keputusanmu sudah tepat Sayang . Aku tahu kamu tidak Naif. aku tahu kamu melakukan semua ini karena kamu mengikuti kata hatimu, dan apa yang menjadi kata hatimu atau keputusanmu kali ini, itu sudah sangat tepat. aku tidak memaksamu untuk mencintaiku karena aku hanya minta waktumu saja, tapi jika suatu saat keputusanmu sudah sangat bulat untuk membalas cintaku maka dengan senang hati aku akan membuka hatiku selebar-lebarnya untuk percayakan cinta yang kamu miliki buat aku, dan aku Siap menunggu sampai kamu benar-benar ikhlas melepaskan Shela, karena orang yang mencintaimu itu tidak hanya shella seorang, tapi aku juga begitu sangat mencintaimu. " ujar Devina panjang lebar, dan dengan cepat Devina membalikan badannya hingga Sean bisa memeluk tubuh Devina dari depan, dan keduanya saling membalas pelukannya satu sama lain tanpa ada paksaan.
di saat Devina dan juga Sean sedang berpelukan di ruangan Sean, tiba-tiba ponsel Sean berdering, yang dengan cepat Sean mengambil ponselnya tersebut ternyata Shela yang menghubunginya . dengan cepat Sean melepaskan pelukannya dari Devina, lalu meminta Devina untuk tutup mulut, agar Shela tidak mendengar suara Devina atau tidak mengetahui mengenai keberadaan Devina di ruangan pribadinya. karena panggilan yang dilakukan oleh Shella kali ini adalah panggilan video call, jadi Devina memeluk Sean dari depan dengan posisi berjongkok.
"Hallo, Kak Sean belum pulang? " tanya Shella dengan nada yang terdengar begitu sangat manja setelah panggilnya diterima oleh Sean.
" belum . Kamu lagi di mana, Kenapa gelap?" tanya Sean saat melihat kamar yang ditempati oleh Shella begitu sangat gelap.
"aku lagi diberi tugas sama dosenku dan kebetulan tempatnya memang gelap, nanti aku juga akan kembali ke tenda Kok setelah ini. "jawab Shela yang langsung mendapat gelengan kepala serta Tatapan yang terlihat begitu sangat sinis dari Devina saat mendengar alasan Shella, di mana Devina seperti menunjukkan sesuatu hal yang menunjukkan kalau shella sedang berbohong. Sean yang melihat reaksi Devina setelah mendengar jawaban Shella langsung mendesah kasar, Sean menganggap sepertinya Devina sedang mengetahui suatu hal tentang Shela , hanya saja Devina tidak menjelaskan secara pastinya pada Sean, hingga Sean tetap fokus pada panggilannya dengan Shela.
"ya sudah, jaga diri baik-baik di sana, dan segera hubungi aku jika terjadi sesuatu karena aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. " ujar Sean dengan penuh perhatian, dan Shela langsung melebarkan senyumnya saat mendapat perhatian penuh dari Sean.
"baiklah.Kak Sean juga jaga diri disana, jaga hati juga buat aku ya. " kata Shela yang entah kenapa, mendengar ucapan Shela, hati Sean tiba-tiba bergetar, dan reaksi Sean langsung disadari oleh Devina, hingga Devina langsung berdiri, beruntungnya Sean langsung bergerak cepat menahan Kepala Devina, hingga Shela tidak melihat keberadaan Devina karena Devina berada dalam pelukan Sean.
"y sudah . selamat bersenang-senang tunanganku. " kata Sean sebelum mengakhiri panggilan tersebut.
"aku tau kamu begitu sangat sulit untuk melepaskan Shela, tapi bisakah kamu tidak mudah percaya dengan kata manis Shela. masa cuma di suruh jaga hati reaksi kamu sudah berlebihan begini. " ujar Devina yang tidak Terima melihat Sean yang begitu mudahnya percaya atau bereaksi berlebihan saat mendengar permintaan Shela agar Sean bisa menjaga hatinya buat Shela.
"tante kan tau semua masih butuh proses. aku masih butuh waktu untuk belajar menghapus nama Shela. mungkin aku masih belum terbiasa saja, karena selama ini, aku selalu menjaga hatiku buat Shela. " kata Sean yang kali ini Devina terpaksa menerima alasan Sean.
setelah seharian penuh Devina menemani Sean bekerja di kantor, yang tentunya dibumbui oleh sedikit perdebatan atas hubungan mereka ke depannya ,Hari ini Sean benar-benar menepati janjinya untuk makan malam bersama di rumah Devina.
karena bertunangan Sean dan juga Shella terjadi tidak begitu dikenal banyak orang atau diketahui banyak orang, jadi sekalipun Sean bermain ke rumah Devina, sekalipun tidak ada shella, tidak ada satu orang pun yang berani membicarakan soal kedekatan antara Devina dengan Sean karena banyak orang yang tidak tahu kalau Sean adalah tunangan Shela. namun meski begitu, Sean tetap berhati-hati dan tetap menjaga batasan waktunya ada di rumah Devina, Meskipun tidak banyak orang tahu mengenai pertunangannya dengan Shela, Sean juga tidak bisa memanfaatkan keadaan untuk berlama-lama di rumah Devina.
Sean pulang dari rumah Devina tepat pada jam 10.00 malam, dan Sebenarnya Sean sedikit kesulitan untuk pulang, karena Devina meminta Sean untuk lebih lama lagi di rumahnya. tapi karena Sean terus memberi pengertian pada Devina, akhirnya Devina membiarkan Sean untuk pulang.
saat perjalanan pulang dari rumah Devina, tiba-tiba Sean teringat akan Shela, yang entah kenapa hingga larut malam Shela tidak mengabari dirinya. karena Sean menganggap kalau Shella sedang sibuk, akhirnya meskipun Sean sedikit merasa rindu pada shella, Sean tidak menghubungi Shela. hingga menjelang pagi, Sean mencoba untuk mengecek ponselnya, yang ternyata tidak ada panggilan tidak terjawab dari Shela, bahkan tidak ada sedikit pesan saja dari Shella untuk mengabari dirinya, membuat Sean sedikit kecewa karena ternyata shella benar-benar menikmati jalan-jalannya tanpa mengingat dirinya.
sebenarnya Sean berharap mendapat kabar dari Shela itu bukan karena Sean begitu teramat merindukan Shela, hanya saja Sean ya memang sudah terbiasa mendapatkan kabar dari Shela, tiba-tiba dirinya tidak mendapat kabar dari Shela tentu saja ada yang aneh dengan dirinya.
sejak Devina memberikan sebuah video tentang Shella pada Sean, Entah kenapa Sean terus memikirkan soal video tersebut, yang sebenarnya video apa yang diberikan oleh Devina pada Sean, sampai Sean terus memikirkan soal video yang diberikan oleh Devina tersebut, masih menjadi teka-teki sampai saat ini, karena menurut Devina, video yang ia berikan pada Sean masih belum sempurna hingga Devina berniat untuk memberikan beberapa video lainnya tentang Shela untuk membukakan hati Sean jika memang Sean ingin tetap melanjutkan hubungannya dengan Shela.
" ternyata Shella benar-benar menikmati perkemahannya, sampai dia tidak sempat memberiku kabar. padahal sudah dua hari Dia ninggalin aku, Tapi selama 2 hari ini dia tidak memberiku kabar atau hanya sekedar pesan singkat saja, atau memang dia benar-benar sangat sibuk. "gumam Sean dengan nada pelannya , saat Sean tidak mendapat kabar dari Shela hingga dua hari.
Selama Sean tidak mendapat kabar dari Shela, selama itulah Devina memberikan seluruh waktunya untuk Sean hingga sekalipun Sean tidak mendapat kabar dari Shela, ia tidak begitu merasa kecewa pada Shela karena hari-harinya ditemani oleh Devina, bahkan bisa dikatakan Devina telah berhasil penggeser nama Shela hati Sean, karena selama menemani Sean, Devina tidak melihat raut kekecewaan di wajah Sean karena tidak mendapat kabar dari Shella. Sean berharap mendapat kabar dari Shella jika itu tidak ada Devina, mungkin saja karena Devina tidak menemani Sean atau Devina belum datang untuk menemani Sean, ia jadi teringat akan Shela. tapi jika sudah ada Devina, maka Sean juga tidak mengingat soal video yang diberikan oleh Devina tentang Shella, hingga hari-harinya tetap merasa berwarna meski tanpa adanya Shela.
" Kenapa diam saja? ayo masuk?" tanya Devina saat melihat Sean hanya berdiri di depan pintu kamarnya saja, seperti orang yang tidak berani untuk masuk.
" tante, sebaiknya aku pulang saja, sudah terlalu larut. "ujar Sean, dia memilih untuk berpamitan untuk pulang, karena Sean sendiri juga merasa tidak enak jika harus menemani Devina di kamarnya langsung, apalagi sekarang waktunya juga sudah cukup larut malam.
"tidak perlu takut akan ketahuan Shela, Aku pastikan semuanya akan tetap baik-baik saja. Selama Shela masih belum pulang, masih ada waktu untuk berkemah dan kamu juga tidak perlu takut Shela tahu. aku akan membuat hubungan yang kita jalani ini akan tetap terasa nyaman baik itu buat kamu, ataupun buat aku. biar kita sama-sama nyaman dalam menjalaninya. " ujar Devina Seraya menarik tangan Sean untuk masuk ke dalam kamarnya.
" hubungan nyaman seperti apa yang kalian jalani sampai aku tidak boleh mengetahui tentang hubungan kalian. ..