" aku ingin memastikan kalau kamu bisa tergoda dan mudah mencintaiku. "kata Devina seraya membuka resleting celana Sean, membuat Sean langsung panik.
" tante, jangan! aku tidak ingin lepas kendali . Jujur saja kalau untuk masalah godaan, tidak perlu Tante mengujinya aku sudah tergoda. mungkin kalau aku boleh berkata jujur juga, untuk masalah godaan tante tidak perlu mengujinya, dan tante hanya perlu menunggu aku untuk mencintai Tante. aku hanya belum mencintai tante saja, kalau masalah godaan aku selalu tergoda sama tante. "ujar Sean panjang lebar, membuat Devina langsung mundur beberapa langkah, dan dengan cepat Sean kemudian merapikan pakaiannya, karena Sean benar-benar takut lepas kendali, terlebih sekarang dirinya mengambil keputusan untuk menyewa satu kamar saja.
Devina kembali mendekati Sean setelah ia berpakaian lengkap lalu kembali memeluk Sean, yang dengan cepat Sean langsung menyambut pelukan dari Devina.
"Aku harap tante tidak lagi merasa kecewa sama aku karena aku tidak bisa memutuskan hubunganku dengan Sheila . "kata Sean
"Devina tidak menjawab atau tidak menanggapi ucapan Sean, karena sebenarnya yang membuat Devina merasa kecewa pada Sean itu bukan karena Sean tidak bisa memutuskan hubungannya dengan Shela, tapi karena dengan terang-terangan Sean mengatakan kalau Sean tidak pernah menganggap kalau Sheila bukanlah seorang penghianat, atau tidak pernah menghianati Sean, padahal sudah jelas-jelas Devina memberikan banyak bukti yang menyatakan kalau Sheila menghianati Sean mengatakan kalau Shela tidak pernah menghianati dirinya. itulah yang membuat Devina merasa kecewa, bukan karena Sean yang tidak bisa mengakhiri hubungannya dengan Shela. kalau masalah Sean yang tidak bisa mengakhiri hubungannya dengan Sheila itu masih bisa Devina maklumin, karena menurut Devina, Wajar saja sehat sedikit keberatan untuk segera mengakhiri hubungannya dengan Sheila, karena yang Sean ketahui selama ini wanita yang mencintai dirinya itu hanya Shela saja.
" antar aku pulang . "kata Devina tegas, meminta Sean untuk mengantar dirinya pulang, karena hari sudah semakin terang. "tapi Tante tidak keberatan kan kita menjalaninya seperti biasa. tante Jalan ngambek lagi." kata Sean meminta Devina agar tidak lagi marahan, dan Devina menganggukkan kepalanya pelan, yang dengan cepat Sean langsung mengecup pipi Devina hingga berulang kali, merasa sangat gemas pada Devina . keduanya pun mulai melangkah keluar dari hotel sederhana tersebut menuju mobil yang sudah menunggu mereka sejak tadi yang mobil itu adalah mobil yang diutus oleh orang-orang Sean, karena sebelum Sean memutuskan untuk mengantar Devina, Sean sudah memberi perintah terlebih dahulu pada orang-orangnya untuk mengirimkan mobil untuk menjemput dirinya. dengan penuh kemesraan Sean memperlakukan Devina dengan begitu istimewa, layaknya seorang Ratu bahkan karomantisan yang diberikan oleh Sean sunggu luar biasa, melebihi keromantisan yang ia berikan terhadap Shela.
Devina langsung merebahkan kepalanya pada salah satu pundak Sean, mencari kenyamanan dengan menyandarkan kepalanya pada salah satu pundak Sean.
Sean sendiri dengan senang hati menerima kepala Devina, mengelusnya dengan begitu pelan, hingga Mereka terlihat begitu sangat romantis, bahkan sopir Sean yang ada di depan tidak sengaja melirik romantisan dan juga Devina melalui kaca spion depan, ia merasa jadi seperti nyamuk merasa sangat iri melihat keromantisan Sean terhadap seorang wanita yang Sopir itu ketahui kalau wanita itu adalah kekasih Sean . memang selama ini Shela terkenal sebagai tunangan Sean di perusahaan Sean, hanya saja ada sebagian orang yang tidak mengenali sosok Shela sebagai tunangan Sean, Namun ada banyak juga yang mengetahui siapa Sheila sebenarnya bagi sean. jadi jika ada orang yang mengagumi keserasian hubungan Sean dengan Devina itu bisa untuk dimalumi, mungkin saja orang itu orang yang belum tahu siapa tunangan Sean yang sebenarnya, seperti sopir baru Sean kali ini yang tidak mengetahui soal wanita yang menjadi pujaan Sean yang sebenarnya.
setelah Sean meminta Devina untuk menjalani hubungan mereka seperti biasanya, meminta Devina untuk tidak menuntut lagi pada dirinya, Sean mengantar Devina untuk pulang untuk pulang ke rumah Devina sendiri dengan tangan yang tidak pernah lepas sejak perjalanan untuk pulang bahkan sampai di rumah saat Devina Ingin turun dari mobil Sean, Sean sempat menahan tangan Devina, dan mengecup tangan Devina hingga berulang kali membuat Devina merasa sedikit bahagia karena ia merasa dicintai oleh Sean, meski pada dasarnya Sean masih belum mencintai dirinya, tapi perlakuan manis Sean terhadap dirinya saat ini seperti seorang pria yang sedang menunjukkan perasaan yang sebenarnya terhadap wanita pujaannya.
" cepatlah pulang Agar shela tidak mengetahui keberadaan mau . "kata Devina setelah ia keluar dari mobil Sean.
Devina sempat memberi peringatan Bandar sebelum ia menutup pintu mobil Sean, ia memperingati Sean agar Sean segera pergi dari rumahnya agar tidak diketahui oleh Shela mengenai keberadaannya saat ini.
Sean langsung meminta supirnya untuk segera melajukan mobilnya untuk mengikuti perintah dari Devina .setelah Devina sudah memberi peringatan tersebut pada Shela, mobil Sean benar-benar pergi. Devina masuk ke dalam rumahnya dan langsung berpapasan dengan Shela.
" mama baru pulang? Mama Diantar siapa? kenapa bukan mobil Mama? ke mana mobil mama? " Devina langsung ditodong dengan beberapa pertanyaan oleh Shela , saat Shela melihat ternyata sang mama pulang diantar mobil orang lain, tidak melihat mobil Devina.
Devina yang Memang sebelumnya tidak pernah memikirkan jawaban apa yang akan Ia berikan pada Shela jika Shela mempertanyakan soal mobilnya, karena Devina berpikir kalau Shela tidak akan mengetahui dirinya kalau dirinya diantar oleh Sean.
" ada di bengkel. lagi perbaikan. kebetulan semalam saat Mama perjalanan, tiba-tiba mati. mungkin mama Biarkan saja mobil itu di sana, karena rusaknya cukup parah kata orang bengkel. "jawab Devina sembarangan membuat Sheila sedikit tidak percaya karena yang Shela ketahui mobil yang dimiliki oleh Devina itu mobil mahal, dan menurut Sheila, mobil Devina tidak pernah rusak. tapi karena Shela tak ingin berdebat dengan Devina, akhirnya ia hanya menganggukkan kepalanya pelan, mencoba untuk menerima alasan Devina meski tidak masuk akal bagi Sheila.
" Mama mau sarapan nggak? aku sudah masak buat Mama. kalau mama mau sarapan, biar aku siapkan, sebelum aku berangkat ke kampus. "kata shela yang langsung mendapat gelangan kepala dari Devina.
"tidak perlu . kamu bisa langsung berangkat ke kampus, Mama nanti sarapan di kantor." kata Devina dan Shela pun memilih langsung bersiap untuk berangkat ke kampus, sedangkan Devina bersiap untuk ke kantor.
saat Shela sedang bersiap untuk berangkat ke kampus, Shela mencoba untuk menghubungi Sean, meminta agar Sean mengantar dirinya ke kampus.
sayangnya hingga berulang kali Sheila menghubungi Sean, panggilannya tidak kunjung diterima oleh Sean, hingga membuat Sheila merasa sedikit kecewa karena panggilannya diabaikan oleh Sean. tapi karena Shela ingin berusaha terus mengambil hati Sean, ingin mengembalikan sikap manis seperti dulu terhadap dirinya, Shela tidak menyerah, dan kembali mencoba untuk menghubungi Sean, hingga pada akhirnya panggilannya diterima oleh Sean.
"Kak Sean, aku lagi nungguin kakak pergi ke kampus, Apakah Kak Sean bisa mengantarku ke kampus seperti biasanya? " tanya Sheila ragu-ragu, tidak merasa yakin kalau saya anakan mau menuruti keinginannya seperti dulu dengan begitu mudahnya.
" Bersiaplah. sebentar lagi aku sampai. "betapa bahagianya Shela saat mendengar perintah Sean agar dirinya segera bersiap.
" aku sudah siap kok Kak Sean. aku tunggu kakak di depan rumah. "kata Sheila, dan panggilan pun berakhir. dengan penuh semangat dan perasaan yang begitu sangat lega Shela menuruni anak tangga untuk menunggu Sean di luar.
Sheila memberi semangat pada dirinya sendiri agar ia bisa mengembalikan sikap manis Sean lagi seperti dulu.
Devina yang kebetulan ada di balkon kamarnya melihat Sean ada di depan rumahnya, langsung menatap mobil Sean dengan Tatapan yang sulit diartikan, karena Devina mengerti Kalau kedatangan Sean hanya untuk menjemput Sheila.
benar saja, sesuai dengan dugaan Devina kalau Sean menjemput Shela. Devina hanya bisa menghela nafasnya secara kasar, karena tiba-tiba saja Devina timbul rasa cemburu pada Shela . tapi karena Devina mengerti siapa Shela bagi Sean, akhirnya Devina berusaha untuk menguatkan hatinya agar hatinya tidak merasa cemburu terhadap Shela, tidak merasa sakit hati seperti orang yang dikhianati, karena Devina mengerti siapa Sheila bagi Sean.
setelah kejadian di mana nyawa Devina dan Sean sempat terancam karena mobil itu akan terjun dari jurang, sejak itulah Devina tidak lagi mempertanyakan soal perasaan Sean pada dirinya, tidak pernah memperdulikan sikap Sean terhadap Shela, karena Devina yakin kalau Sean bisa ia miliki setelah ia membuktikan dengan sentuhan godaan yang begitu sangat menggoda.
Sean dan Devina juga memutuskan untuk pertemuan mereka diadakan dua hari sekali pada intinya mereka tidak setiap hari bertemu agar tidak membuat Shela curiga Jika setiap hari mereka bertemu . hari ini Sean dikejutkan oleh kedatangan Shela yang sebelumnya tidak pernah ada janjian kalau Shela akan datang ke kantor Sean.
" Ada apa ? tumben datang tidak bilang dulu? "tanya Sean yang sedikit gugup, karena kedatangan Shela bertepatan dengan dirinya yang sedang melakukan panggilan video call, dan beruntungnya Shela tidak melihatnya karena Sean dengan gercep mematikan sambungan telepon tersebut.
" aku datang ke sini hanya untuk makan siang bersama dengan Kak Sean, karena aku sudah sangat lama tidak pernah diajak makan siang bersama oleh Kak Sean. jadi aku rasa tidak ada salahnya aku datang ke sini untuk makan siang bersama. " jawab Shela yang memang benar adanya, sejak Beberapa bulan yang lalu kejadian di mana Sean sempat membuat Devina kecewa, sejak itu lah ia tidak pernah lagi mengajak Shela keluar, apalagi hanya sekedar makan siang saja, hingga Sean yang mendengar ucapan Shela, Sean sedikit merasa tersinggung ,tersinggung karena dirinya tidak pernah mengajak Shela makan di luar.
" Maaf kalau aku lebih mengedepankan atau lebih mengutamakan pekerjaan daripada kamu. Sebenarnya kamu bisa langsung mengatakan secara jelas, kalau memang kamu ingin makan di luar . jadi kamu tidak perlu repot-repot datang ke sini. "ujar Sean yang sedikit menyinggung soal kedatangan Sheila, hingga membuat Sheila langsung merasa kalau dirinya Disinggung oleh Sean. "jadi Kak Sean keberatan Kalau aku datang ke sini? " tanya Shela
"aku tidak pernah keberatan, biar kamu tidak perlu repot-repot datang ke sini saja. " jawab Sean yang sebenarnya Sean langsung bermaksud menyindir soal hubungan Shela dengan Egi.
"ini mau aku. jadi aku sana sekali tidak merasa repot. " kata Shela yang langsung meletakkan rantang yang bersisi makanan untuk dirinya dan Sean, mungkin saja Shela masak sendiri, pikir Sean.
dengan terpaksa Sean untuk memberi kabar pada Devina melalui pesan singkat nya. kalau dirinya tidak bisa makan siang bersama, dan Sean dengan penuh kejujuran mengatakan apa alasannya ia tidak bisa makan siang bersama. Jujur saja Devina sangat kecewa karena ia tidak bisa makan siang bersama dengan Sean, karena sebelumnya mereka sudah janjian . tapi karena Devina tidak ingin bertengkar dengan Sean, akhirnya Devina pun membiarkan Sean makan siang bersama dengan Shela . dengan terpaksa Sean Makan siang dengan Shela, karena tidak mungkin juga Sean mengusir Sheila atau menolak untuk makan siang bersama, karena Sean sedikit merasa tidak tega untuk menyakiti atau membuat Shela kecewa terhadap dirinya. di sela-sela makan siang berlanjut, sesekali Sheila mencoba untuk menyuapi Sean dengan begitu romantisnya, tapi Sean seperti biasa, sejak dulu Memang Sean selalu menolak untuk disuapi oleh Sheila.
setelah mereka selesai makan siang, Shela berpamitan untuk pulang, karena Sean juga sudah waktunya untuk kembali bekerja.
saat Sheila ingin masuk ke dalam mobil taksi yang ia pesan tadi, tiba-tiba ada sebuah tangan yang mencegah dengan begitu kuatnya pada pergelangan tangannya, hingga salat tidak bisa masuk ke dalam mobil taksi tersebut. sebuah tangan yang tadi mencekal Dengan begitu kuatnya pergelangan tangan Sheila langsung menyeret tubuh setelah menjauh dari area kantor Sean, hingga dengan hanya sekedip mata saja, Shela sudah tidak terlihat lagi di dekat kantor tersebut, dan kemana orang itu membawa Shela pergi sampai tidak ada yang menyadari tentang kepergian Shela, mungkin saja orang itu adalah orang misterius yang menjadi pengagum rahasia Shela, masih belum bisa dipastikan karena belum ada yang tahu siapa orang tersebut.
" hampir satu bulan kamu mengabaikan aku sayang. apa kabar tidak pernah merindukan aku? "kata seseorang yang berhasil membawa Sheila ke gudang Perusahaan yang terletak di belakang perusahaan Sean.
" aku juga merindukan kamu, "ternyata orang itu adalah orang yang Shela kenal, terbukti jelas Shela tidak takut sama sekali pada orang yang menculiknya.
" sayang, kita main di sini sebentar. aku yakin tidak ada yang tau soal keberadaan kita. aku begitu sangat rindu. "ujar pria itu yang langsung meraba d**a dan b****g Shela dengan penuh nafsu, dan ternyata Shela sama sekali tidak menolak sentuhan berbahaya dari pria itu, justru Shela malah memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan penuh godaan dari tangan pria itu yang terlihat sangat lihai, hingga Shela berakhir mendesah.