Jerat 13

1978 Kata
"Kak Sean, Apa maksud mereka? Jadi selama ini Kak Sean ada hubungan dengan Mama? sebenarnya hubungan yang seperti apa yang kalian jalani, sampai para tetangga hafal dengan kebersamaan kalian membuat aku merasa bimbang untuk percaya dengan kata-kata mamah ataupun percaya dengan omongan tetangga." ujar Sheila panjang lebar, dan Sean yang memang tidak pernah siap untuk menerima setiap pertanyaan dari Shella mengenai hubungannya dengan Devina, Sean tetap diam saja, karena memang dirinya tidak pernah terpikirkan sebelumnya kalau ia akan menghadapi sendirian saat Shella mencurigai hubungan dirinya dengan Devina. "memangnya hubungan yang seperti apa yang ingin kamu ketahui Antara Aku Dengan mama kamu? hubunganku dengan mama kamu tidak lebih hanya calon menantu dan juga calon Mama mertua. kalau memang kamu lebih mempercayai pertanyaan atau kata-kata mereka, lebih baik kamu tanyakan langsung pada Mama kamu, karena sejatinya orang tua, dialah orang yang akan membawa anaknya ke jalan yang benar, apalagi akan merebut kebahagiaan anaknya sendiri, itu sangat tidak mungkin kan. "ujar Sean yang ini pertama kalinya Sean berbohong pada shela, dan ternyata setiap kata-kata yang keluar dari Sean kali ini, langsung dipercayai oleh Shella, karena memang selama Shela mengenal Sean, Shela tidak pernah dibohongi oleh Sean, hingga setiap kalimat yang keluar dari Sean, baik itu kalimat jujur ataupun bohong, tetap dipercayai oleh Shella. "Benar juga sih. apa yang dikatakan oleh Kak Sean, memang benar, lagian hubungan yang seperti apa yang ingin aku ketahui antara mama dan juga Kak Sean, karena sebenarnya tanpa harus aku tanyakan sekalipun, aku sudah tahu kalau status mereka hanyalah seorang calon menantu dan juga calon Mama mertua." gumam Shella dalam hati yang langsung mengabaikan perkataan ibu-ibu tadi . tanpa mendengar bisikan selanjutnya dari ibu-ibu tadi saya langsung masuk ke dalam mobil Sean, dan Sean langsung mengelus dadanya dengan perasaan lega, merasa lega karena ternyata Shela percaya terhadap dirinya. mendapati Shela yang begitu sangat mempercayai dirinya, entah kenapa Sean bukan merasa bahagia, justru Sean sedikit merasa bersalah pada Shella karena shela masih bisa mempercayai dirinya sekalipun dirinya berdusta. meski ada satu hal alasan yang membuat saya mau menjalin hubungan dengan Devina di belakang Shela, tapi tidak dipungkiri hati Sean masih ada rasa tidak tega , masih ada rasa sedikit perasaan bersalah pada Shela karena telah menghianati Shela. meski alasan itu cukup kuat, cukup mampu untuk dijadikan sebagai alasan kenapa dirinya memlih menghianati Shela. tapi tidak dipungkiri di hati Sean masih terselip rasa sedikit bersalah pada Shela, entah Apa mungkin karena Sean terlalu menerima cinta Shella, terlalu menganggap cinta yang Shela berikan terhadap dirinya begitu sangat besar, dan Belum masih mempercayai cinta yang dimiliki oleh Devina untuk dirinya sampai Sean tetap merasa bersalah pada Shella saat ia memilih menghianati Shella. " kita sarapan dulu ya . "kata Sean mengajak Shella untuk sarapan terlebih dahulu setelah saya menghentikan Mobilnya di depan restoran Sederhana. " sarapannya di sini? Kenapa tidak di tempat biasa saja? "tanya Shela saat Sean memilih restoran Sederhana, karena sudah terbiasa mereka juga makan di luar, mereka akan memilih tempat Resto yang sangat mewah, dan sekarang Sean malah memilih restoran yang sederhana . " Iya. sekalian saja kita makan di sini, karena Searah dengan jalan kantorku. jadi kita tidak perlu membuang waktu untuk mencari restoran lagi. " Jawab Sean seraya menggandeng tangan Sheila untuk masuk ke dalam restoran Sederhana tersebut . karena restoran Sederhana tersebut merupakan pilihan Sean, jadi Shela tidak bisa protes lagi, dan memilih ikut masuk untuk sarapan bersama dengan Sean. karena setiap makan di luar menentukan pilihan makanan itu adalah selakoma jadi kali ini tanpa bertanya Sean ingin sarapan apaan saya langsung memesan dua porsi makanan untuk dirinya dengan sehat sehingga tidak berselang lama pesanan makanan Mereka pun datang. "selamat makan tunanganku. " kata Sean dengan penuh keromantisan Seraya mendekatkan suapanb pertamanya untuk Shella, membuat Shela tersenyum saat Sean bersikap romantis atau berusaha untuk menyuapi dirinya. dengan cepat Shela menerima suapan pertama dari Sean, lalu Sean kembali memasukkan suapan keduanya pada mulutnya sendiri hingga seseorang yang tengah mengawasi dirinya atau memperhatikan dirinya sejak tadi dari kejauhan ,langsung menatap mereka dengan tatapan penuh kemarahan. ia merasa tidak rela, merasa tidak terima saat menyaksikan keromantisan antara Sean dengan Shella. " harusnya mereka tidak seromantis ini . harusnya aku bisa menghentikan romantisan mereka . harusnya aku bisa membuat mereka Semakin Jauh. harusnya mereka tidak seperti ini . aku harus bisa menghancurkan hubungan mereka . " lirih seseorang yang sejak tadi mengawasi Sean dan juga Shela dari kejauhan, menatap mereka berdua dengan tatapan penuh makna, dan itu karena Sean dan Shela bersikap romantis. dengan cepat orang itu pergi meninggalkan restoran Sederhana di mana Sean dan Shela masih menikmati sarapannya, dengan membawa sejuta kemarahan, sejuta kebencian, dan sejuta niatan untuk segera menghancurkan hubungan antara Shela dengan Sean. " Bagaimana perkemahan kemarin? "tanya Sean setelah dia menyelesaikan sarapannya, dan coba untuk ngobrol sebentar dengan Sheila. " lancar dan seru juga. aku sangat menikmati perkemahan kemarin. " jawab Shela dengan raut wajah yang terlihat sangat senang, dan Sean pun menanggapinya dengan senyuman. "Baguslah. Jadi sekarang mau ke kampus atau istirahat dulu di rumah? " tanya Sean penuh perhatian "ke kampus dong Kak. langsung aja sekarang berangkat yuk, udah cukup siang. " jawab Shela yang diakhiri dengan ajakan untuk berangkat ke kampus setelah melihat jam di pergelangan tangannya sudah hampir jam 09.00 pagi, karena ia nerasa sudah cukup pertemuan mereka kali ini. karena Shela mengajak Sean untuk berangkat atau meminta diantar ke kampus, dengan cepat Sean langsung menggandeng tangan Shella untuk keluar dari Resto tersebut dan menuju ke mobil untuk mengantar Shela ke kampusnya. setelah Sean mengantar Shela, Sean kembali melajukan mobilnya menuju ke kantornya, dan Sesampainya di kantor, Sean dibuat terkejut saat ia masuk ke dalam ruangan pribadinya, ternyata di ruangan pribadinya sudah ada Devina, yang kalau Sean tebak, sepertinya Devina sengaja menunggu dirinya datang. " Tante Kenapa ada di sini? ada sesuatu yang terjadi atau Ada hal penting yang ingin dibicarakan sampai harus rela menungguku lebih dulu di sini? "tanya Sean penasaran saat melihat keberadaan Devina yang secara tiba-tiba di ruangannya, apalagi Devina tidak memberitahu dirinya soal kedatangannya di kantornya . karena menurun Sean, kalau memang Devina ada keperluan penting, Devina bisa menghubungi dirinya, memberitahu dirinya kalau Iya Tengah menunggu dirinya di kantor agar dirinya segera atau secepatnya datang ke kantor biar Devina tidak lama menunggu dirinya. tapi karena Sean tidak mendapat kabar atau Devina tidak memberitahu dirinya kalau ia akan datang, Sean pun merasa penasaran apa yang terjadi hingga membawa Devina ke kantornya. " Apa aku salah datang ke kantor kekasihku sendiri? apa kantor ini hanya dikhususkan didatangi oleh tunanganmu saja, sampai saat aku datang ke sini pun harus diintrogasi terlebih dahulu? " tanya Devina dengan raut wajah yang terlihat sangat tidak senang, membuat Sean sedikit kebingungan Kenapa tiba-tiba Devina bersikap dingin terhadap dirinya. "tidak begitu maksudnya tante. tante kan tahu, sekarang Shella Sudah pulang, yang artinya kita tidak punya kebebasan seperti kemarin-kemarin . aku bukannya melarang tante untuk datang ke sini atau kantorku hanya dikhususkan untuk didatangi oleh Shella saja, kantorku bebas tante datangi. hanya saja kita tidak bisa bebas seperti kemarin . "ujar Sean menjelaskan pada Devina Kalau Sean tidak ada maksud untuk menghalangi kedatangan Devina ke kantornya. " aku tahu sekarang sudah jam berapa Dan kamu juga sudah tidak punya waktu untuk sekedar ngobrol saja di kantor, karena kantor ini tempatnya untuk bekerja bukan berdebat. aku juga tidak punya waktu untuk mengatakan panjang lebar atau buang-buang waktu di sini, aku juga sebentar lagi akan pergi . aku hanya ingin memperingati suatu hal sama kamu, ingin menyadarkan kamu, mengingatkan kamu, memperingatimu kalau waktumu tidak hanya fokus pada Shela, tapi dengan aku juga . Jadi jika kamu sedang bersama dengan Shela, kamu harus punya waktu Sebentar untuk mengingat aku, yang artinya kamu juga harus memberikan waktumu untuk aku . Hanya itu yang ingin aku sampaikan. "ujar Devina yang langsung membalikkan badannya untuk segera keluar dari ruangan Sean, yang dengan cepat Sean langsung menahan Devina dengan cara memeluk Devina dari belakang. "aku tidak ada niatan untuk melupakan tante atau hanya memfokuskan waktuku pada Shella saja . aku rasa waktuku untuk Shela hanya sebentar, dan Semalam juga waktu ku sudah habis untuk Tante . jadi aku rasa tidak masalah tadi pagi aku memberikan sedikit waktu untuk Shela. "ujar Sean untuk membela diri, yang ternyata Devina tidak menerima pembelaan atau alasan dari Sean, tetap saja menganggap kalau Sean lebih mengutamakan Shela dibandingkan dirinya. " tapi di sini Yang aku lihat sejak kepulangan Shela, waktumu dihabiskan untuk Shela. "ujar Devina tegas, membuat Sean yang mendengarnya langsung tersenyum, lalu kembali mendekati Devina, dan menggenggam kedua tangan Devina menatap mata Devina dengan tatapan begitu sangat dalam. " Sebesar apa sih cinta yang tante miliki buat aku , sampai tante begitu sangat cemburu pada anak tante sendiri .padahal Tante Masih sadar ,sampai sekarang kalau aku ini calon menantu tante, calon suami Shela ,tapi kenapa yang aku lihat di sini, tante begitu sangat cemburu pada Shela . "ujar Sean sambil memperlihatkan senyum termanisnya, namun di mata Devina bukan senyuman manis, melainkan senyuman ejekan, padahal sebenarnya Sean memang Tengah memperlihatkan senyum manisnnya untuk Devina, tapi Devina tetap menganggap senyuman manis itu merupakan sebuah senyuman berupa ejekan. " Jangan karena aku mencintaimu begitu besar kamu meremehkan rasa cintaku Dan menganggap sepele. Kalau boleh mengejek kita yang aku punya buat kamu kok tapi aku yakin suatu saat kamu akan menyesali ejekan itu . "ujar Devina yang langsung melepaskan tangan Sean yang sejak tadi menggenggam kedua tangannya secara kasar. " Tante Jangan tersinggung . jangan merasa kalau aku sedang meremehkan tante . sedikitpun di hati, Aku tidak pernah meremehkan orang yang begitu tulus mencintaiku , justru Aku begitu sangat berterima kasih pada tante karena Tante sudah mau mencintaiku. Aku tidak pernah meremehkan cinta yang dimiliki tante buat aku, aku hanya ingin mengingatkan Tante, kalau aku ini masih tunangan Sheila , dan Aku minta tante tidak perlu cemburu pada Shella, karena aku benar-benar akan memberikan waktuku untuk tante sama seperti Shella. " ujar Sean dengan penuh ketegasan dan Devina yang mendengar ucapan Sean langsung mendesah kasar. " kalau begitu Waktunya jam makan siang nanti, kamu harus makan siang sama aku. Anggap saja makan siang nanti itu sudah menjadi jatah waktuku bersamamu. " ujar Devina yang langsung meminta sehat untuk menyetujui keinginannya untuk makan siang bersama sebagai bentuk keadilan dari Sean. "baiklah. nanti kita makan siang bareng. " kata Sean mengalah, dan barulah Devina tersenyum lagi setelah mendengar kalau Sean menyetujui keinginan nya untuk makan siang bersama. karena Sean merasa kalau urusan Devina sudah selesai, Sean pun mulai bekerja, dan Devina sendiri juga sudah pergi. Devina meminta Sean untuk menjemputnya nanti di kantor Devina sendiri, dan Sean dengan senang hati bersedia menjemput Devina untuk makan siang bareng. Tidak berselang lama dari kepergian Devina, Egi datang, membuat Sean yang melihat kedatangan Egi sedikit terkejut, pasalnya yang Sean tau Egi cuti selama beberapa hari karena pulang kampung, tapi sekarang sudah ada di kantornya. "Maaf tuan Sean, saya tidak memberitahu Anda terlebih dahulu kalau saya sudah kembali dari kampung, " kata Egi dengan penuh kesopanan. "Sudah selesai urusanmu? " tanya Sean "Sudah tuan, " jawab Egi "Baiklah. Sekarang ke ruangan mu, nanti setelah jam makan siang, kamu bisa mewakili aku untuk bertemu dengan Klein di luar. " Titah Sean yang langsung di patuhi oleh Egi. Setelah kepergian Egi, Sean kembali fokus pada pekerjaan nya hingga tanpa terasa, jam makan siang pun tiba. karena Sean tidak mau terlambat menjemput Devina, dengan terburu-buru Sean keluar dari ruangannya dan turun ke lobby untuk pergi. Sean mengirim pesan pada Devina kalau ia sedang dalam perjalan untuk menjemputnya. Karena Sean akan menjemputnya dirinya, Devina langsung menunggu Sean di lobby kantornya. Devina langsung tersenyum lebar saat melihat mobil Sean datang. Sean keluar untuk membantu Devina masuk ke dalam mobilnya, yang tanpa Sean duga, Devina langsung mendaratkan kecupan singkat namun terasa hangat di bibir Sean. Cekrek cekrek Sean maupun Devina tidak sadar, ternyata aksi Devina tadi telah masuk ke dalam galeri seseorang. "Aku pastikan kalian akan hancur setelah aku menyebarkan foto mesra kalian....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN