Jerat 14

1331 Kata
"Aku pastikan kalian akan hancur setelah aku menyebarkan foto mesra kalian." lirih pelan seorang sambil menatap hasil dari gambar Devina dan juga Sean yang baru saja ia ambil. menatap hasil gambar nya tadi dengan Tatapan yang begitu sangat kuat, yang artinya gambar yang diinginkan oleh dirinya sangat sesuai dengan harapannya, terlihat mesra dan yang pastinya menjamin untuk menghancurkan baik Devina maupun Sean. "mau makan siang dimana? " tanya Sean setelah mereka sudah sama-sama berada di dalam mobil. "biar aku tunjukkan jalannya. " jawab Devina yang langsung mendapat anggukan kepala dari Sean. Kalau saja Sean bersama dengan Shela, mungkin Sean yang menentukan segala keputusannya, tapi jika bersama dengan Devina, makan Devina lah yang menentukan apa yang menjadi akhir dari keputusan atau memilih sebuah pilihan. jadi siang itu mereka makan siang bersama dengan Devina yang menjadi petunjuk jalan untuk menuju ke tempat yang menjadi pilihan Devina untuk makan siang bersama. Karena posisinya mereka kali ini sama-sama bekerja, jadi mereka makan siang dengan kata makan siang yang benar-benar makan siang, tidak ada drama apapun untuk bermesraan. baru setelah mereka selesai makan siang, mereka kembali ke kantor mereka masing-masing tanpa ada cegahan apapun. Sesampainya di kantor, Sean memanggil Egi, perminta agar Egi mewakili dirinya untuk bertemu dengan kliennya di luar, dan Sebelumnya Sean juga sudah memberitahu Egi kalau Egi harus menggantikan dirinya menemui kliennya sebelum Sean bertemu dengan Devina. sebenarnya Sean sedikit merasa aneh, karena tiba-tiba saja Egi sudah kembali dari kampungnya. sebelum Egi pulang kampung, Egi berpamitan pada Sean kalau dia akan cukup lama di kampung karena ada acara keluarga . namun ternyata tidak lebih dari 3 hari ,Egi sudah kembali dan itu tanpa memberitahu Sean terlebih dahulu Kalau urusan yang di kampungnya sudah selesai, tiba-tiba saja Egi sudah ada di kantor. meski Sean merasa aneh, Sean tetap berpikir positif, mungkin saja Urusannya di kampung memang sudah selesai, dan Egi berusaha untuk tetap menjadi asisten terbaiknya, hingga Egi langsung kembali tanpa memberitahu dirinya. tidak berselang lama dari kepergian Egi untuk menemui klien sebagai perwakilan dari Sean, Sean mendapat telepon dari Devina kalau Devina sudah ada di lobby perusahaannya, dan meminta dijemput oleh Sean. karena Devina mengatakan kalau ia punya keperluan penting pada Sean, jadi dengan langkah terburu-buru Sean langsung membawa langkah lebarnya untuk menjemput Devina di lobi perusahaan nya. "sebenarnya Ada hal penting apa yang ingin tante bicarakan sampai tante harus bicara di sini? sekarang masih jam kerja apa tidak mengganggu waktu kerja tante? " Sean langsung membondong-bondongi Devina dengan kalimat tanya setelah mereka sudah sama-sama ada di ruangan. " sebelumnya aku mau tanya, apa asistenmu sudah pergi untuk menemui Kelayan seperti yang kamu beritakan? Bukankah kamu bilang kalau kamu malas untuk bertemu dengan kleinmu saat ini, dan karena kebetulan asistenmu kembali, kkamu langsung memberikan perintah pada dia untuk menjadi penggantimu menemui klientmu? " tanya Devina dengan wajah yang terlihat begitu sangat serius, dan Sean yang memang tidak tahu apa-apa langsung menganggukkan kepadanya pelan, karena memang Egi juga sudah pergi untuk menemui kliennya. " ini kan masalah pekerjaan di kantorku kenapa Tante harus ikut campur? Egi sudah pergi sejak tadi, dan sudah pasti sebentar lagi dia akan bertemu dengan klienku . "jawab Sean yang dibumbui oleh kalimat tanya, karena menurut Sean, sekalipun dirinya teramat mencintai Devina, tidak seharusnya Devina mencampuri masalah pekerjaannya, Sean tidak suka. " Aku tidak ingin banyak bicara , tak ingin mencampuri urusan pekerjaan mau, dan aku juga tidak ingin bicara panjang lebar untuk membuat mu mengerti. Bagaimana kalau aku akan menemanimu untuk bertemu dengan kelayanmu . lebih baik kamu temui klien mau sendiri dan biarkan saja asistenmu menemui klien mu kalau memang bisa bertemu, kamu tetap harus menemui kleinmusendiri, dan aku akan menemanimu. Ayo pergi! "ujar Devina dengan penuh ketegasan mengajak Sean untuk bertemu dengan kliennya langsung, meski Sean sudah memberi perintah pada Egi untuk bertemu dengan kleinya sebagai pengganti dirinya, tapi Devina tetap mengajak Sean untuk bertemu dengan kleinya, membuat Sean merasa tidak mengerti, merasa bingung, kalau memang Egi sudah menemui kliennya, lalu untuk apa dirinya juga datang untuk menemui kleinya tersebut, Bukankah itu hanya sia-sia saja, percuma dirinya menyuruh Egi untuk menemui kleinnya kalau dirinya sendiri juga harus turun tangan untuk menemui kliennya. "untuk apa aku menemui dia, sementara aku sudah mengutus Egi? "tanya Sean bingung , apa harus Iya menemui kliennya juga, apalagi Devina ikut menemani dirinya untuk bertemu dengan kleinnya. " Sudah kubilang, Aku tidak mau bicara panjang lebar dan membuang waktu . lebih baik sekarang kita pergi saja. "ujar Devina dengan penuh ketegasan dan langsung menarik tangan Sean keluar dari ruangannya, lalu menuju ke mobil Sean, yang kali ini Sean hanya mengikuti apa yang Devina mau. " Sebenarnya kita yang buang-buang Waktu, sudah ada Egi yang menemui kliennku, kenapa aku harus menemui dia juga . "ujar Sean dengan nada yang terdengar sedikit kesal dan Devina tidak menanggapi ucapan Sean, namun meski Sean kesal, Sean tetap nurut pada Devina untuk segera melajukan mobilnya. dengan merasa kesal, Sean mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. karena lokasinya juga cukup dekat dari kantor Sean, Jadi tidak butuh waktu lama sekalipun Sean menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, Sean sampai di tempat pertemuannya dengan kliennya. ternyata Devina sudah tahu di meja mana klien Sean berada, dan Sean hanya bisa mengekor saja di belakang Devina. Sean langsung mengerutkan keningnya saat melihat ternyata meja yang didatangi oleh Devina itu hanya ada satu seorang pria saja, dan dari situlah Sean langsung bertanya-tanya sebenarnya ke mana Egi padahal dari kantor sudah jelas dan sudah pasti kalau Egi akan bertemu dengan kliennya, tapi sekarang dengan begitu jelasnya Egi tidak lagi bersama dengan kleinnya, yang artinya Egi tidak menemui kliennya seperti perintah dirinya. " ke mana Egi, kenapa hanya satu orang? "tanya Sean dengan nada yang terdengar begitu sangat lirih, dan Devina yang kebetulan mendengar pertanyaan saya langsung menghentikan langkahnya sebelum duduk di kursi yang ada di dekat kliennya. "kalimat itulah yang harus aku pertanyakan terhadap mau, sebenarnya ke mana asistenmu itu . makanya aku langsung mengajakmu datang ke sini tanpa harus membuang-buang waktu terlebih dahulu. " ujar Devina yang langsung kembali melanjutkan langkah nya untuk mendekati meja klein Sean, dan langsung bersalaman terhadap klien Sean setelah menyapanya. " Selamat siang Tuan . "ujar Devina yang langsung bersalaman dengan klien Sean , dan klient Sean langsung menerbitkan senyum lebarnya saat melihat kedatangan Sean yang ternyata kedatangan Sean tidak sendirian . "Selamat siang Tuan ,Nyonya , suatu kehormatan bagi saya karena ternyata Tuan Sean tidak hanya datang seorang diri untuk bertemu dengan saya tapi juga membawa anda . " ujar klein Sean sambil menunjuk Devina dengan tatapan penuh godaan, membuat Sean langsung mengepalkan tangannya karena kliennya sepertinya mencoba untuk menggoda Devina. " Kenapa diam saja? kamu ingin tahu keberadaan Egi, atau kamu memang tidak mau bertemu dengan klien mu? "tanya Devina saat Sean hanya diam saja , tidak menanggapi ucapan dari kliennya, bahkan Sean tetap berdiri saja tidak ada niatan untuk duduk. " aku memang tidak ada niatan untuk bertemu dengan dia, dan aku memang sedang mencari Egi . sudah jelas aku memberitahu tempat pertemuannya, dan Egi sudah sangat mengerti tapi kenapa tidak kelihatan di sini ." ujar Sean yang memang penasaran sebenarnya Egi pergi ke mana Kalau tidak bertemu dengan kleinnya. karena Devina memang lebih suka memberi tindakan daripada memberitahu atau menunjukkan apa yang ingin dia Tunjukkan, dengan cepat Devina kembali berdiri membuat klein Sean kebingungan karena tiba-tiba saja Devina dan Sean pergi sebelum bicara dengan dirinya. Devina langsung menunjukan jari telunjuknya pada sebuah meja makan yang terdapat di resto yang sama dengan pertemuannya dengan klein Sean dengan cepat mata Sean mengikuti arah telunjuk Devina, di mana telunjuk Devina menuju sebuah meja yang hanya tersedia 2 kursi saja, yang ternyata Dua Kursi tersebut terisi satu seorang pria dan satu seorang wanita membuat d**a Sean langsung bergemuruh hebat, serta mata yang tidak berkedip sama sekali, yang dengan cepat Sean langsung melepaskan genggaman tangan Devina secara kasar, lalu membawa langkah lebarnya untuk mendekati meja yang terdapat dua orang yang sedang membuat mata sehat terasa panaspanas, bahkan tidak hanya matanya yang terasa panas, hatinya juga panas. "Egi, Shela, kalian disini????
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN