"sekarang aku tidak merasa aman. aku pringati, jika mama kamu berulah dan membuat tuan Sean tidak percaya sama aku, aku akan membunuh mama kamu, karena aku menganggap kalau mama kamu adalah suatu yang menjadi halangan jalan hidupku kedepannya menuju kesenangan. Aku tidak mau ada orang yang berani mencoba untuk menghalangi Hal yang membuatku senang, sekalipun itu Mama kamu, itu akan menjadi target untuk Aku bunuh. "ujar Egi penuh ancaman, membuat kedua mata Shela langsung menatap Egi dengan Tatapan yang terlihat begitu sangat terkejut serta penuh amarah, terlihat sangat jelas kalau kedua mata Shella sangat merah .
dengan kasar Shella menghentakkan tangannya, hingga cengkraman tangan Egi yang begitu sangat kuat di pergelangan tangannya terlepas begitu saja. Shella mengabaikan rasa sakit di pergelangan tangannya, karena Shella juga terpancing amarah saat mendengar ancaman dari Egi.
" kau berani mengancam ku? kau sadar Siapa kau? kamu tahu siapa aku dan siapa yang kamu ancam?" tanya Shella sambil menunjuk wajah Egi dengan penuh kemarahan, merasa tidak terima karena mendapat ancaman dari Egi apalagi terlihat sangat jelas Egi Tidak takut terhadap dirinya, dan itu membuat Shela marah karena tidak suka diancam, apalagi orang yang mengancamnya itu adalah Egi.
"Ingat baik-baik, di sini yang menginginkan hubungan kita terjadi itu adalah aku. dan aku bisa saja mengakhiri hubungan ini jika aku mau. jadi sekalipun Mama aku tidak ikut campur masalah kita, urusan kita, jika aku menginginkan hubungan ini berakhir, maka hubungan ini akan berakhir juga, kesenanganmu tidak akan berjalan sesuai dengan harapanmu jika aku mau. jadi jangan coba-coba kamu mengancam ku, karena aku menginginkan hubungan ini terjadi bukan karena aku begitu sangat menggilai mu . aku tetap mencintai Kak Sean, dan hubungan ini akan berakhir jika aku mau. "ujar Shela panjang lebar dan penuh keberanian, tidak terlihat takut sama sekali pada Egi.
Yah, selama ini Shela memang ada main di belakang Sean, dan orang yang menjadi permainan Shella itu adalah Egi ,asisten Sean sendiri. entah apa yang membuat Egi begitu sangat tergiur akan penawaran Shela untuk menjalin hubungan gelap di belakang Sean, karena Egi sendiri sudah sangat sadar kalau Shela itu adalah tunangan dari bosnya. entah apa karena pesona Shela yang membuat Egi tergoda pada Shela, atau memang di beri janji yang menggiurkan oleh Shela sehingga terjadilah hubungan di belakang Sean. memang benar apa yang dikatakan oleh Devina untuk menyadarkan sean, kalau selama ini Shella tidak begitu tulus mencintai dirinya, dan Ada main di belakang Sean, bukan karena Devina mengedepankan egonya untuk merebut Sean dari Shella . namun bukan berarti itu alasan Devina Kenapa Devina merebut Sean dari Shela, bukan karena Shella mengkhianati Sean, tapi memang Devina punya alasan lain yang begitu sangat kuat sehingga dirinya merebut Sean dari Shella. alasan apalagi yang lebih kuat dari Shela yang telah mengkhianati Sean sampai Devina gigih untuk merebut Sean dari Shella, semuanya masih menjadi rahasia Terbesar dalam hidup Devina, Kenapa dirinya begitu sangat menginginkan Sean kalau alasannya bukan karena Shela yang mengkhianati Sean. dan Apa alasan Shella mengkhianati Sean, bermain api dengan asisten Sean sendiri, jika memang Shella mencintai Sean? hanya Shela sendiri yang tahu apa alasan dirinya mengkhianati Sean disaat dirinya masih mencintai Sean. Rupanya dua wanita yang sama-sama menginginkan Sean, penuh dengan alasan rahasia yang begitu sangat besar, menciptakan sebuah teka-teki yang begitu rumit dan entah Sean akan jatuh ke ranjang siapa, Apakah ranjang calon Mama mertuanya, atau ranjang Shella yang memang statusnya sebagai calon istrinya, masih dipenuhi teka-teki, dan entah siapa yang bisa memecahkan teka-teki tersebut, masih menjadi misteri. Shella dengan begitu santainya menjalin hubungan asmara dengan Egi yang statusnya sebagai asisten Sean, bahkan tanpa membuat Sean mencurigai Shela, Shela selalu mengambil kesempatan jika bermain ke perusahaan Sean untuk bermesra-mesraan dengan Egi, tidak merasa takut akan ketahuan Sean.
yah, Shela memang selalu mengambil kesempatan untuk berduaan dengan Egi jika bermain ke kantor Sean, dan tentunya tanpa diketahui oleh Sean. pantas saja saat Shela bermain ke kantor Sean, saat Sean menyuruh Shela untuk berkeliling di sekitar kantor, Shela langsung patuh, dan Shela sendiri tanpa merasa keberatan Dan dengan senang hati Iya bermain di kantor Sean tanpa merasa bosan, yang Sean sendiri anggap kalau Shella bermain atau jalan-jalan sendirian tanpa ada pengkhianat. Namun siapa sangka, ternyata Shella menikmati suasana di kantor Sean itu bukan karena suasananya, tapi karena adanya Egi.
Sean yang baru tiba di kantornya, Yang seharusnya Ia datang ke kantor untuk bekerja, namun kali ini Ia datang ke kantornya bukan untuk bekerja, melainkan untuk menenangkan dirinya yang terasa begitu sangat frustasi. hampir seharian penuh Sean terus memikirkan soal kalimat Devina, yang seolah-olah setiap kalimat yang terucap dari bibir Devina merupakan sebuah pembuktian kalau Shela tidak sebaik yang dipikirkan oleh dirinya, atau tidak setia seperti yang ia bayangkan.
selama ini Sean menganggap kalau Shella adalah wanita yang sempurna dalam berkomitmen dari sebuah hubungan namun pada kenyataannya, sebenarnya Shella memilih Sean itu bukan karena dirinya begitu sangat mencintai Sean seperti yang diketahui oleh orang lain, Namun ternyata, sebenarnya Shella hanyalah seorang wanita yang ingin mencari kesenangan saja dan tentunya ingin mendapatkan fasilitas yang inginkan dari sehat, karena sadar diri kalau dirinya hanyalah untuk anak-anak kecil dari Devina, yang artinya adalah suatu saat nanti Devina menikah dan punya keturunan, ia tidak akan mendapatkan apapun dari Devina, dan pasti Devina akan membuang dirinya. makanya Sheila lebih memilih untuk mencari pendamping yang bisa menjamin kehidupannya di masa depan, hingga pilihan Shela jatuh pada Sean, karena Shela tahu kalau Sean lebih memilih dicintai daripada mencintai, dan ternyata sesuai dengan harapan Shela, ternyata Sean memang memilih dirinya Karena yang Sean tahu dirinya begitu sangat mencintai Sean.
sejak kejadian di mana Shela diketahui sedang bersama dengan Egi, sejak itulah Sean sedikit berubah terhadap Shela. di antara Shela dan juga Sean jarang bertemu, Tidak seperti biasanya, bahkan Egi dan juga Shella hubungannya sedikit renggang, karena Shella selalu marah pada Egi karena sikap Sean yang berupa terhadap Shela, hingga perubahan sikap Sean terhadap Shela, menjadi pelampiasan Sheila pada Egi, dan selalu menyalahkan Egi atas perubahan sikap Sean.
" Kalau saja dulu aku tidak menerima tawaran Shela, mungkin sampai saat ini aku bisa fokus dengan pekerjaanku, dan hubunganku dengan Tuan Sean akan bmbaik-baik saja, bahkan sampai saat ini aku juga tidak akan mencintai Shella, dan tidak merasa terbebani karena selalu memikirkan Shella, Apalagi sikap dia yang sekarang sudah berubah. " lirih Egi saat iya sudah merasa lelah selalu menjadi bahan amukan Shela karena perubahan sikap Sean dan ternyata Egi terlanjur mencintai Shella, tidak hanya bermain-main saja tapi Egi melibatkan perasaan yang sesungguhnya pada Shela.
Egi yang sedang melamun memikirkan Shela, Tiba-tiba di kejutkan oleh suara Sean.
" besok kamu mau carikan aku asisten baru, dan tentunya aku mau asisten yang profesional, lebih utama laki-laki." ujar Sean yang membuat Egi benar-benar sangat terkejut, bahkan Egi sampai berdiri secara kasar karena terkejut mendengar perintah Sean yang meminta untuk mencarikan asisten baru.
"apa Tuan Sean mau memencet saya?" tanya Egi dengan nada yang sedikit takut, merasa tidak sanggup Jika iya harus kehilangan pekerjaannya bahkan kalau boleh memilih jika Sean meminta dirinya harus memilih antara pekerjaan dan juga Shela, maka egi akan memilih pekerjaannya dan rela membuang selakoma meski tidak dipungkiri Egi mencintai Shela, tapi Egi juga tidak mau masa depannya nanti tidak terjamin ketika ia harus kehilangan pekerjaannya, karena dirinya bisa bertahan hidup itu karena bekerja pada Sean.
" tidak ada yang memencetmu, aku tidak bilang kalau aku akan memecat mu. aku hanya memintamu untuk mencarikan aku asisten baru, bukan memecat mu." ujar Sean yang membuat Egi sedikit bernafas lega, tapi tetap merasa tidak tenang karena permintaan Sean yang meminta dirinya untuk mencari asisten baru.
" lalu kalau anda tidak memecat saya, kenapa Anda meminta saya untuk mencari asisten baru? "tanya Egi ingin memastikan tujuan Sean meminta asisten baru.
"karena mulai besok aku akan mengutus kamu untuk ke luar negeri hingga beberapa bulan dan aku tidak mau bekerja di sini tanpa ada asisten. jadi aku butuh asisten baru sebagai pengganti mu jika aku mengutus kamu ke keluar negeri atau pekerjaan lainnya . "Jawab Sean yang membuat Egi mulai merasa tenang karena dia masih merasa aman di posisinya sebagai asisten Sean.
"Baiklah . akan saya carikan Tuan." kata Egi dengan penuh penghormatan, dan setelah itu Sean keluar dari ruangan Egi setelah dirinya memberi perintah untuk mencarikan dirinya asisten baru.
Karena sekarang sudah waktunya makan siang, Sean juga sudah ada janji dengan Devina untuk makan siang bersama di luar Sekarang Sean mulai siap-siap untuk pergi, dan sebelum Sean pergi, Sean berpesan pada Egi jika ada orang yang ingin bertemu dengan dirinya, katakan saja kalau saya tidak bisa. barulah setelah itu Sean pergi.
baru saja Sean sampai di lobi perusahaan nya, Shela sudah datang.
"Kak Sean, kebetulan Kak Sean ada disini, " Kata Shela dengan raut wajah yang terlihat senang .
"ada apa? " tanya Sean
" aku di kampus nanti ada acara, aku minta Kak Sean temani aku untuk ke salon sebentar saja, tidak sampai 1 jam. mau ya."ujar Shela mengajak Sean untuk ke salon menemani dirinya, selain Shela meminta ditemani Sean, Shella juga minta dibayarin oleh Sean.
" aku tidak bisa, aku ada janjian dengan seseorang. Pergilah kalau memang kamu ada acara nanti di kampus. kamu bisa datang ke salon langganan kita . "ujar Sean seraya menyerahkan kartu berwarna hitam pada Shela, karena Sean juga mengerti kebiasaan Shela jika ke salon pasti tidak hanya melakukan perawatan saja, tapi apapun yang menjadi keinginan Sheila termasuk shopping selalu ia penuhi.
" janjian sama siapa? Sendirian dong aku kalau Kak Sean gak bisa. apa tidak bisa Kak Sean perginya nanti saja, sekarang Temani aku dulu . " Kata Shela yang secara tidak langsung ia memaksa Sean untuk menemani dirinya, Namun Sean menolak dengan penuh ketegasan.
"saya tidak bisa membatalkan janji pada orang yang sudah sepakat untuk bertemu . " kata Sean penuh penolakan.
sebenarnya Shela Memaksa Sean untuk menemani dirinya itu bukan karena Shella benar-benar Butuh ditemani, sebenarnya Shela juga tidak keberatan jika ia harus pergi ke salon sendirian yang terpenting uangnya sudah ada di tangannya. hanya saja Shela memaksa Sean untuk tetap meminta agar Sean menemani dirinya itu karena Shela ingin kembali mengambil hati dan perhatian Sean seperti dulu, karena Shela mulai merasa takut, takut Sean semakin lama semakin berubah, yang akhirnya nanti Sean akan pergi darinya. Shela benar-benar takut kehilangan Sean, sehingga sekalipun dirinya merasa tidak keberatan untuk pergi sendiri ke salon, Ia tetap mengajak Sean untuk menemani dirinya.
" Ya sudah kalau Kak Sean tidak mau menemaniku ke salon, aku pergi sendiri saja . nanti aku kembalikan kartunya . " kata Shela Seraya menunjukkan kartunya pada Sean, sebelum ia pergi ke salon.
setelah saya melihat saya sudah pergi, Sean langsung menuju ke mobilnya untuk bertemu dengan Devina.
karena nanti setelah makan siang Devina langsung ke kantornya dan Sean juga akan ke kantornya, jadi mereka memutuskan untuk langsung bertemu di restoran saja, Sean tidak perlu menjemput Devina.
"Sayang, udah dari tadi ya? " tanya Devina setelah ia baru sampai di restoran tempatnya menjadi janjian dirinya dengan Sean, yang ternyata Sean sudah sampai lebih dulu .Sean yang melihat kedatangan Devina langsung berdiri dan menyambut pelukan dari Devina.
Entah kenapa setiap ia memeluk Devina, Sean merasa hatinya begitu sangat tenang, damai, dan merasa nyaman.
"baru sampai kok ."jawab Sean setelah membalas pelukannya dari Devina.
karena tujuan mereka bertemu memang untuk makan siang, jadi mereka Langsung pesan makanan mereka, dan kali ini mereka benar-benar menikmati makan siangnya.
" Kapan kita punya waktu yang cukup untuk bersama? Aku sangat merindukanmu. rasanya meski setiap hari kita bertemu, jika hanya untuk makan atau hanya ngobrol sebentar, aku tidak merasa puas. Aku ingin punya waktu yang cukup untuk kebersamaan kita. "ujar Devina yang tiba-tiba menyentuh tangan Sean, dan mengelus tangan Sean, membuat Sean yang sedang mengunyah langsung berhenti dan menatap Devina.
" Tante tidak lupa dengan shela? "tanya Sean dengan raut wajah yang terlihat begitu sangat serius.
" justru aku ingat kalau sekarang Shela ada di dekat kita. makanya aku ingin mengatur waktu yang tepat, karena aku benar-benar sangat merindukanmu. "kata Devina yang membuat Shela langsung berdiri lalu mendekati Devina, memeluk Devina dari belakang serta wajah yang berada di dekat wajah Devina.
" Akhiri hubunganmu dengan Shela, agar aku bisa punya peluang banyak untuk bersama denganmu." ujar Devina yang langsung menarik leher Sean, dan melumat bibir Sean dengan begitu mudahnya karena wajah Sean juga berada di dekat bibirnya.