"Akhiri hubunganmu dengan Shela, agar aku bisa punya peluang banyak untuk bersama denganmu." ujar Devina yang langsung menarik leher Sean, dan melumat bibir Sean dengan begitu mudahnya karena wajah Sean juga berada di dekat bibirnya. sayang sedikit terkejut saat mendapat serangan tiba-tiba dari Devina, namun setelah itu Sean juga membalas permainan bibir Devina karena Sean memang tidak pernah bisa menolak saat Devina bermain di bibirnya. memang awalnya Sean sempat terkejut, dan tidak mendapat reaksi apapun dari Sean namun setelah itu, Sean langsung membalas permainan bibir Devina, dan seperti biasa, keduanya akan larut dalam permainan bibir mereka hingga dalam waktu yang cukup lama.
keduanya sama-sama mengakhiri permainan bibir mereka setelah mereka merasa nafas mereka mulai sudah seperti mau habis, dan deru nafas mereka mulai tidak teratur, hingga nafas mereka Terdengar ngos-ngosan.
" tidak semudah itu aku mengakhiri hubunganku dengan Sheila. tunggu waktu yang tepat dan kapan waktu yang tepat itu, aku tidak bisa memastikannya. Bersabarlah. "kata Sean dengan nafas yang masih ngos-ngosan, menyatukan keningnya dengan kening Devina sebelum dirinya duduk di kursinya sendiri.
"Aku ingin tahu, sebenarnya kamu tetap mempertahankan Shella untuk menjadi tunangan kamu itu karena Shella yang masih begitu sangat mencintaimu, atau karena kamu yang sudah mulai mencintai Shella? "tanya Devina yang entah kenapa tiba-tiba dirinya penasaran tentang perasaan Sean terhadap Shela. padahal sebelumnya Devina tidak pernah memikirkan atau tidak pernah peduli soal hubungan Sean terhadap Shella, yang terpenting dirinya bisa merebut Sean dari Shela. tapi entah kenapa ia tiba-tiba jadi merasa penasaran dengan perasaan, karena memang sebelumnya Devina tidak pernah membahas soal perasaan Sean, hingga Devina muncul pikiran untuk tahu tentang perasaan Sean terhadap Shela. mendapat pertanyaan yang menurut yang cukup aneh, karena tiba-tiba saja Devina mempertanyakan soal perasaan dirinya terhadap Sean langsung mendesak kasar, dan menggenggam tangan Devina dengan penuh kelembutan, serta menatap mata Devina dengan Begitu dalamnya.
"tante, untuk saat ini aku tidak bisa menjelaskan Seperti apa perasaanku pada Shela, tapi yang jelas aku mempertahankan Shela sebagai tunanganku karena aku masih merasa Shela tidak akan bisa menyakitiku, menghancurkan wanita yang teramat mencintaiku ." ujar Sean yang ia sendiri tidak bisa menjelaskan Seperti apa perasaan dirinya, namun pastinya, Sean mempertahankan saya sebagai tunangannya itu karena alasan cinta yang dimiliki oleh Shella terhadap dirinya.
"Rasanya tidak mungkin kalau kamu tidak mencintai Shella, karena kamu menjalin hubungan dengan Shela sudah cukup lama. Apa iya kamu tidak timbul pada saat cinta Setelah sekian lama kebersamaan kalian? " ternyata Devina masih belum puas untuk mendapat jawaban pastinya dari saya mengenai perasaan Sean terhadap suk.
"Aku bersumpah Tante, aku tidak bisa memastikan perasaanku pada Sheila. alasanku mempertahankan Selan Memang karena Shela yang teramat mencintai aku, Dan mungkin ada sedikit perasaan santai saja jika aku Bersama Shella, entah mungkin karena aku merasa santai tidak mungkin juga Shela menyakitiku karena Shela mencintaiku. "kata Sean yang membuat Devina langsung menggelengkan kepalanya pelan, merasa heran pada Sean, yang tidak bisa memastikan perasaannya sendiri dan merasa heran juga pada Sean, kenapa Sean memilih wanita yang tidak bisa membuat kepastian untuk masa depannya.
" tapi sekarang kamu sudah tahu kan kalau Shela tidak seperti yang kamu ketahui sebelumnya, tidak seperti yang kamu bayangkan sebelumnya, Kalau Shela adalah wanita yang teramat mencintaimu. mungkin awalnya kamu menganggap karena Shela begitu sangat mencintaimu, Shela tidak mungkin menyakitimu. tapi pada kenyataannya, Shela mengkhianatimu kan. "ujar Devina yang langsung tiba-tiba melepaskan genggaman tangannya pada Devina, membuat Devina langsung menatap dengan tatapan dinginnya, karena Shela melepaskan genggaman tangannya.
"mungkin Shela memang mengkhianati ku, tapi aku tidak bisa menyalahkan Shela sepenuhnya atas pengkhianatan dia. sebelum aku mendengar secara langsung, melihat secara langsung, dan mendapatkan bukti yang secara pasti atas pengkhianatan mereka, aku tidak akan menyalahkan Shela atau menganggap Shela telah mengkhianati ku. "ujar Sean yang membuat Devina langsung berdiri dan menunjuk wajah Sean dengan penuh kemarahan. sebenarnya Devina marah bukan karena Sean tidak bisa melepaskan Shela, Devina marah pada Sean karena Sean menganggap Shela tidak mengkhianati dirinya, Padahal sudah jelas-jelas Shela mengkhianati Sean, dan Devina sudah memberikan banyak bukti atau menunjukkan beberapa bukti yang ia dapatkan, sebagai bukti kalau Shela mengkhianati dirinya. Karena Sean menganggap kalau Shela tidak mengkhianati dirinya, akhirnya Devina marah, karena ia merasa perjuangannya selama ini untuk membuktikan atau menunjukkan siapa Shela sebenarnya hanyalah sia-sia.
ternyata Devina tidak mampu mengungkapkan rasa kecewanya pada Sean, hingga Devina hanya mampu menunjuk wajah Sean dengan penuh kemarahan, lalu tanpa mengucapkan sepatah kata pun, tanpa mengutarakan rasa kecewanya, Davina langsung pergi begitu saja, membuat Sean langsung mendongak dan memejamkan matanya, merasa bingung juga Bagaimana cara menjelaskan soal perasaannya pada Shela dan Apa alasan dirinya tetap mempertahankan Shela untuk tetap menjadi tunangannya. Sean tetap diam saja tidak mengejar Devina, sedangkan Devina benar-benar pergi dan kepergian Devina bukan kembali ke kantor, melainkan memilih untuk pulang.
sesampainya di rumah, ternyata tanpa Devina sadari, Sean terus menghubungi dirinya, tapi karena mungkin ponselnya di silent, jadi Devina tidak tahu kalau saya menghubungi dirinya. tapi ternyata, sekalipun Devina tahu kalau saya menghubungi dirinya, ia sengaja tidak menerima panggilan dari Sean, namun Devina tidak menolaknya. jadi Devina memilih membiarkan ponselnya terus layarnya menyala, di mana panggilan masuk dari Sean terus berlanjut hingga beberapa kali, dan Devina meninggalkan ponselnya memilih untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri. setelah Devina selesai Menyiapkan makan malam, Shela datang, dan merasa bingung dengan keberadaan Devina di rumah.
"kok Tumben jam segini Mama sudah ada di rumah?" tanya Shela yang tidak jadi menaiki anak tangga untuk ke kamarnya saat melihat Devina ada di dapur.
"tidak apa-apa, ingin pulang lebih awal saja. "Jawab Devina dengan nada dinginnya, membuat Shela merasa curiga, Sebenarnya apa yang terjadi pada Devina, Kenapa Shela merasa ada yang terjadi pada Devina atau ada masalah di kantor, Shela juga tidak tahu.
"Mama baik-baik saja? penyakit Mama tidak kambuh lagi? atau Mama sudah nggak ada masalah di kantor? "tanya Shela yang entah kenapa merasa kalau Devina tidak sedang baik-baik saja.
"sekalipun ada masalah di kantor, kamu juga tidak akan bisa membantu Mama untuk menyelesaikannya. sudahlah, masuk ke kamarmu, tidak perlu mencari tahu apa yang terjadi pada Mama. "ujar Devina dengan nada dinginnya, dan Shela dengan ragu-ragu menaiki anak tangga untuk ke kamarnya. Jujur saja sebenarnya Shela merasa curiga apa yang terjadi pada sang mama, karena tidak biasanya juga sore-sore Devina sudah ada di rumah, biasanya Devina pulang malam, dan setiap Shela pulang dari kampus, Shela tidak pernah melihat keberadaan Devina di rumah. dan Baru kali ini Devina ada di rumah di sore hari, karena kalau memang Devina ke kantor, maka pulangnya pasti akan pulang malam, terkecuali Devina memang tidak ke kantor dan hanya berpergian saja, itu sudah tidak bisa ditentukan atau tidak bisa dipastikan Kapan Devina pulang.
saat jam makan malam, Shela sampai merasa ngantuk karena menunggu Devina tidak kunjung datang, atau tidak kunjung makan malam, hingga Shela yang merasa mengantuk karena sudah sejak tadi menunggu Devina tapi Devina tidak keluar dari kamarnya, akhirnya Shela memutuskan untuk memanggil saja, karena Shela tidak ingin Devina tidur Sebelum makan malam terlebih dahulu.
tok tok tok
"Mah, Mama nggak mau makan malam dulu, aku nungguin dari tadi? "tanya Shela namun tidak mendapat tanggapan atau tidak mendengar suara Devina dari dalam, hingga Shela kembali mengetuk pintu kamar Devina dan memanggil Devina, baru setelah itu Devina keluar dengan penampilan yang membuat Shela terkejut.
"Mama mau ke mana?" tanya Shela saat melihat penampilan Devina yang tidak biasa, bahkan seumur hidup Shela tinggal dengan Devina, Shela tidak pernah melihat penampilan Devina yang begitu sangat terbuka malam ini.
"Kamu makan duluan saja, tidak perlu menunggu Mama. Mama mau pergi karena Mama ada urusan. satu kali lagi, Kamu tidur duluan, tidak perlu menunggu Mama pulang. "ujar Devina dengan nada santainya, dan dengan cepat Shela menahan tangan Devina, karena Shela ingin tahu ke mana Devina pergi dengan penampilan yang sangat terbuka.
"kalau mama mau pergi, pergi saja. Tapi kenapa harus dengan penampilan seperti ini?" tanya Shela yang sebenarnya bukan bermaksud untuk menegur penampilan Devina, hanya saja Shela ingin tahu kemana Devina akan pergi dengan penampilan yang sangat terbuka.
"Sudahlah, jaga diri baik-baik di rumah. Mama pergi dulu. "ujar Devina tanpa menanggapi ucapan Shela tadi, meminta Shela untuk makan lebih dulu, sedangkan Devina langsung pergi begitu saja tanpa Menjelaskan ke mana Dirinya akan pergi. tidak berselang lama Devina pergi, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah, dan dengan cepat Shela membuka pintu rumah, karena mengira kalau orang yang mengetuk pintu rumah itu adalah Devina. karena Kebetulan Shela memang sengaja Mengunci pintu rumahnya, Sudah menjadi kebiasaan Shela jika sendirian di rumah, ia akan Mengunci pintu rumah dan mendengar ketukan pintu, Shela langsung menganggap kalau orang yang mengetuk pintu rumahnya itu adalah Devina.
"Mama gak jadi pergi? Loh, kok...
"Memangnya Mama kamu ke mana? "tanya Sean yang ternyata orang yang datang ke rumah Devina itu adalah Sean, bukan Devina yang kembali pulang seperti dugaan Sheila.
"Oh, kebetulan mama lagi pergi Titi Kak Sean tumben datang ke sini nggak bilang dulu? mau ngajakin makan malam bersama ya? "tanya Shela percaya diri, dan Sean yang memang tidak punya alasan kenapa dirinya tiba-tiba datang ke rumah Devina kalau bukan untuk bertemu dengan Devina, Akhirnya Sean memilih langsung menganggukkan kepalanya, membenarkan dugaan Shela, hingga membuat Shela langsung melebarkan senyumnya saat Sean mengajak dirinya makan malah bersama.
"makan malamnya tidak perlu keluar, karena kebetulan mama masa banyak titik kita makan malam di sini aja, karena Kebetulan aku juga belum makan malam daripada aku makan malam sendirian mending aku makan malam bersama dengan Kak Sean, mumpung Kak Sean lagi ada di sini. "Kata Shela yang langsung menarik tangan Sean masuk ke dalam rumah dan dengan raut wajah yang terlihat kebingungan Sean tetap mengikuti langkah Shela dari belakang, Karena tujuan Sean datang ke rumah Devina itu untuk bertemu Devina.
"kenapa, Kak? Makanannya tidak enak? atau enggak sehat lagi tidak enak badan? " tanya Sheila saat melihat sepertinya Sean kesulitan untuk menelan makanannya, yang sebenarnya makanan itu rasanya sangat enak di lidah Sean, tidak ada masalah dengan rasa makanan tersebut, yang ada masalah itu yaitu hati Sean, hati saya yang bermasalah hingga makanan seenak apapun yang ia makan, akan terasa sulit untuk ia telan.
" tidak apa-apa. mungkin karena aku sering pulang malam dari kantor, jadi badan kurang fit. " ujar Sean yang langsung mengelus leher belakangnya yang sebenarnya tidak terjadi apa-apa, dan Itu hanya alasan Sean saja.
" kalau begitu aku antar kak Sean pulang, takutnya terjadi sesuatu dijalan sendiri "ujar Shea menawarkan diri untuk mengantar Sean pulang, karena Shela khawatir terjadi sesuatu pada Sean di jalan.
" tidak perlu, lebih baik kamu lanjutkan makan malamnya saja, biar aku pulang saja. "ujar Sean yang langsung berdiri, dan Shela langsung mendesah kasar, karena ternyata pada akhirnya dirinya akan makan malam sendirian.
" nasib-nasib. tetap saja aku makan malam sendirian . tadi mama yang aneh, tidak biasanya pergi malam dengan pakaian yang sangat terbuka sampai gak bisa makan malem bareng, sekarang Kak Sean tiba-tiba tidak enak badan yang pada akhirnya membuat aku makan sendirian juga." gumam Shela pelan, namun terdengar sangat jelas di telinga Sean, hingga Sean yang mendengarnya langsung membawa langkah lebarnya keluar dari rumah Devina dan menuju ke mobilnya, lalu dengan cepat menginjak pedal gas mobilnya, hingga membuat Shela yang melihat kepergian Sean hanya bisa menghela nafasnya kecewa.
"Buat apa tante Devi pergi dengan pakaian terbuka? " tanya Sean dengan nada lirih nya, tanpa menurunkan kecepatan mobilnya, sambil mencari jejak kepergian Devina.
setelah Sean mendapatkan lokasi dimana Devina berada, dengan cepat Sean menuju ke tempat dimana Devina berada.
sesampainya di tempat dimana Devi berada, Sean langsung ke luar dari mobilnya dan berlari untuk menyusul Devina. karena suasana tidak begitu terang, jadi Sean harus bersabar mencari keberadaan Devina di tempat yang tidak begitu terang.
dari kejauhan, Sean melihat keberadaan Devina, dan benar saja, seperti yang di katakan Shela tadi, pakaian Devina sungguh sangat terbuka, sudah sangat terbuka, sangat ketat lagi. Tak ingin membiarkan tubuh Devina jadi tontonan banyak pria, Sean langsung mendekati Devina, dan menarik Devina hingga masuk ke dalam pelukannya.
"tetaplah bersama dia, aku akan bersenang-senang dulu dengan pria ku. "kata Devina tanpa sadar.
"siapa pria mu? "tanya Sean dengan nada dinginnya, yang dengan cepat Devina menunjuk ke arah seorang pria.
"Dialah pria ku, pria yang akan memberiku kesenangan