Aina urung membelokan motor ke arah rumah, setelah dari perempatan jalan ia bisa melihat mobil Raisa terparkir di depan rumah. Aina langsung memutar balik arah motornya. Aina bukannya takut pada Raisa, tapi ia tidak ingin ribut. Aina memutuskan untuk ke rumah Nur saja. Meski Nur sekeluarga tidak ada di rumah, tapi ada asisten rumah tangga mereka yang menjaga rumah. "Assalamualaikum, Acil." Aina menekan bel di pagar, dan mengucap salam, agar Acil tahu ia yang datang. Pintu depan rumah Wahyu terbuka. "Walaikum salam, Ai." Acil mendekati pagar, dibuka gembok pagar. "Masuk Ai." "Terima kasih, Acil." Aina mendorong masuk motornya. "Dari pasar?" "Iya, di rumah sendirian, jadi aku pikir ke sini saja." Aina memarkir motornya di samping teras. "Ayo masuk, bawa saja belanjaanmu. Dibersihk

