Bayu terbangun, karena hampir jatuh dari sofa. Diusap wajah dengan satu telapak tangannya. Disandarkan punggungnya di sandaran sofa. Bayu menoleh ke arah pintu kamar tidur. "Apa Aina sudah tidur ya ...." Bayu bangun dari duduknya, ia beranjak menuju kamar tidur. Perlahan pintu kamar ia buka. Bayu sangat terkejut, karena tidak menemukan Aina di dalam kamar. "Ya Allah, apa yang aku alami tadi semua hanya mimpi. Kena diare, bercinta dengan Aina, makan ke luar, ke ATM, ke mini market, apa semua hanya mimpi?" Bayu menepuk-nepuk kedua pipinya dengan telapak tangan. Bayu melangkah mendekati lemari pakaian, dibuka pintu lemari, tidak ada satu lembarpun pakaian Aina di dalam lemari. Bayu terduduk di atas ranjang. Ia bingung, benar-benar bingung, apakah yang ia alami hanya mimpi. Bayu berusaha

