Bayu menangkap bantalan sofa yang dilemparkan Nenek, ia tertawa puas, karena bisa membalas Nenek, dan Wahyu yang tadi menertawakannya. "Cepat ceritakan, Bayu!" desak ibunya. "Sabar, Bu. Jadi begini, emhh ... begini apa begitu ya, Ai." "Ya Allah, Bay. Mau Nenek coret dari daftar keturunan Nenek!" "Jangan dong, Nek. Keenakan Kak Wahyu jadi pewaris tunggal kekayaan Nenek." "Makanya cepat ceritakan!" "Tambah tua nanti Nek, kalau marah terus." "Bayu, ibu cubit ya." Bayu terkekeh sambil mengangkat kedua telapak tangannya. "Ampun, Bu. Raisa itu pergi jalan dengan suami orang. Kepergok istri si pria, dilabrak sama si istri. Untung istrinya masih mau berdamai. Karena orang tua Raisa sudah tidak tahu lagi cara mengatasi putrinya. Jadi Raisa dikirim ke pesantren. Ai, kamu tidak cemburu'kan k

