Bab 42. Happy Anniversary, Sayang

1237 Kata

"Kenapa enggak masak sendiri? Kan sudah ada Aa yang masakin. Lagian tugas aku di sini kan cuma belajar supaya cepet lulus." Safina tersenyum lebar. Iqbal membelai kepala istrinya dengan lembut. Dia memang tidak memaksa Safina untuk memasak selama dia masih bisa mengerjakannya. Pada pekan berikutnya, Iqbal sudah mulai masuk kuliah. Sebenarnya dia bisa memilih, mau masuk kelas mengikuti tatap muka atau belajar mandiri. Kemungkinan besar dia akan belajar mandiri karena selama satu tahun ke depan dia akan fokus membantu Safina agar bisa menyelesaikan S2 di sana selama satu tahun saja. Hari itu Iqbal dan Safina sedang sarapan bersama sebelum pergi ke kampus. Pria itu memberikan sebuah kotak yang berisi bekal makan siang untuk istrinya. "Yang ini jangan sampai ketinggalan. Sesuai janji a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN