Setelah menutup panggilan telepon dari Safira, Safina melempar sembarangan ke atas kasur dengan perasaan kesal. Dia pikir dengan mandi bisa mengurangi rasa kesalnya. Safina pun turun dari ranjang. Namun, belum sampai turun dari ranjang, lengan Safina sudah ditarik oleh suaminya. "Mau ke mana?" tanya Iqbal sambil bergeser di atas ranjang mendekati istrinya. "Mau mandi, Pak. Kenapa?" "Ikut, Fina." Kali ini Safina tidak mau acara mandinya diganggu sang suami. Dia perlu menenangkan diri dan melepas rasa penat dengan menikmati mandinya sendiri. Bayangan guyuran air yang akan menenangkan perasaannya perlahan sirna setelah mendengar ucapan sang suami. Safina pun duduk lagi di tepi kasur, begitu juga dengan Iqbal yang bergerak ke tepi ranjang. Safina memandang suaminya dengan tatapan mem