“Yal?” “Iya, Dok?” “Mau saya tolong doain keterima di RSPI atau mau saya titip pesan dulu ke HRD buat jangan diterima?” Padahal, aku baru benar-benar duduk dengan tenang, makanan kami pun baru disajikan. “Papa Gi ih, tega banget ngehasud HRD biar Kang Iyal ditolak,” timpal Amanda. Selepas menemani Eldra dan Sofi tadi, kami lanjut makan malam bersama di sebuah restoran eksklusif di Jakarta. Dan ternyata, salah satu pamannya Eldra—sekaligus mantan CEO RSPI—juga ada di sini bersama sang istri. Kami bergabung di meja beliau berdua, terlibat dialog ringan yang membuat mentalku naik-turun fluktuatif, terkadang dilambungkan, lalu dihempaskan—seperti barusan. Apalagi mengingat baru-baru ini aku menjalani interview di RSPI… rasanya agak lain. Terlebih Papa Gi—sebutan semua orang ke dr. Irgi—j

