BAB 48

1602 Kata

Farewell kecil-kecilan diadakan di sebuah restoran yang letaknya tak terlalu jauh dari klinik. Bukan restoran mewah. Namun nyaman, berpencahayaan hangat, dengan makanan enak dan musik yang mengalun tenang. Cocok untuk ngobrol dan tertawa tanpa harus saling meneriaki. Lima orang dokter, beberapa perawat, admin, dan dua orang staf farmasi menempati satu meja panjang. Aku duduk di tengah, diapit Dokter Husain dan Dokter Ratih. Makanan datang satu persatu, memenuhi meja. Ikan bakar, tumis kangkung, ayam goreng, nasi liwet, sambal, tahu isi, serta bergelas-gelas minuman segar yang tampak berlebihan. “Ini farewell atau syukuran panen raya?” tanyaku. “Justru kalau makan makanan rumah nggak apa-apa agak banyak,” jawab Dokter Husain. “Junkfood yang nggak boleh banyak-banyak ya, Dok?” timpal S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN