Sembilan Puluh Tujuh

1338 Kata

Niel dan Zeusyu baru saja menyelesaikan mandi mereka ketika dering ponsel menggema memenuhi seisi kamar. Karena tak kunjung berhenti meski keduanya sudah memakai pakaian, Niel mau tak mau meminta Zeusyu mengeringkan rambutnya sendiri. “Siapa sih!” Decak Niel. Tidak tahukah si penelepon jika hari ini merupakan tanggal merah untuknya. Ia juga sudah membuat story pada status w******p, mengabarkan bahwa dirinya sedang tidak dapat diganggu. “Ngapain Mbak Rere telepon?” gumamnya setelah melihat gambar dan ID caller yang tertera pada layar ponselnya. “Hal..” ‘CEPET KE SINIIII!!!!” What the f**k! Gendang telinga Niel langsung berdenging. Teriakan mahadasyat kakaknya, menggetarkan seluruh organ di dalam tubuhnya. “Apaan sih?! Assalamualaikum dulu kali, Mbak.” Gerutu Niel, meluruskan aksi ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN