"Loh, heh! Heh! Kenapa ini dia, Zeu?!" Kedua alis Amel menyerngit. Niel berjalan dibelakang menantunya sembari memeluk erat-erat wanita itu. Karenanya Zeusyu bahkan terlihat kesulitan melangkahkan kaki-kaki kecilnya. "Gaya apa lagi yang begini?" Selidik Amel. "Mama kepala Niel pusing. Lemah, letih, lesu. Niel butuh bantuan Ayang supaya tetep punya energi buat ke kamar. Lagi ngecas daya sambil jalan ini,” jawab Niel menyuarakan apa yang tengah terjadi pada dirinya. Alasan macam apa itu, Kisanak?! Seumur hidup Amel memakan ribuan butir nasi, ia baru mendengar kecanggihan supply tenaga selain dari bahan baku makanan. Anaknya ini pintar sekali merangkai kalimat untuk modus. "Ayang jalannya jangan cepet-cepet. Nanti pelukannya lepas!" Ya salam! Amel menempeleng kepalanya– mandiri. Ngida

