Sembilan Puluh Empat

1367 Kata

“Papa, tenapa tita unggu di obil?” Niel memijat pelipisnya. Mereka menunggu di mobil karena terlalu banyak orang yang mengantri seblak. Istri cantiknya mendadak ngidam seblak Hot Jeletot. Perempuan itu tidak mau jika dipesankan online. Katanya rasanya akan berbeda. Begitu juga dengan seblak kemasan. Zeusyunya menolak dengan alasan serupa. Huft! Teori konspirasi ibu hamil yang menyebalkan. Hanya lidah mereka saja yang berbeda. Dibelikan sendiri pun, namanya tetap take away. Dibungkus dalam perjalanan lalu dia makan. “Rame, Sapi. Nanti pipi kamu dicubitin sama Tante-Tante disana,” tutur Niel sambil menunjuk perempuan-perempuan yang asik mengantri. Xavier kontan memegangi pipinya. “Ante ana?” tanya-nya karena memang dirinya dalam posisi duduk sekarang. “Kamu berdiri, terus liat sendiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN