Sembilan Puluh Lima

1382 Kata

“Temping, tita, temping!” Bahu Niel melemah, terkulai jatuh hingga membuat punggungnya melengkung ke depan. Putranya belum mengerti situasi. Anak itu tidak tahu kalau mereka sedang dihukum tidur di luar. Entah apa yang istrinya katakan sampai-sampai Xavier tidak bersedih sedikit pun. “Bowbowk dienda, Papa! Yeyeyeye!!” Hah! Mungkin ini sebabnya Xavier bersukacita. Anak itu mengira mereka sedang bermain ‘libur-liburan,’— menghabiskan waktu di taman, dengan tenda sebagai tempat bermalam mereka. Lihatlah seberapa girang putranya. Melompat-lompat di depan tenda yang nanti malam akan mereka gunakan tidur. ‘Doh, Cil! Antara polos sama g****k, tipis banget! Bisaan banget Zeusyu ngasih pengertiannya!’ Setidaknya Niel bersyukur, ia tidak tidur sendirian. Zeusyu masih berbaik hati. Yah, walau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN