"Louise belum muncul." "Dia akan datang, tenang saja." "Kau yakin dia masih di pihak kita? Belakangan dia terlalu sering menghabiskan waktu bersama Reina." "Aku dengar suara dari ruangannya minggu lalu. Bukan suara diskusi biasa." "Desahan, bukan? Aku dengar juga." Alvaro duduk di ujung meja bundar, jari-jarinya mengetuk permukaan kayu keras. Matanya menatap tajam seluruh ruangan. "Siapa yang menyebarkan rumor itu?" "Kami tak berniat menyebarkannya. Tapi semua orang di mansion Louise pasti mendengarnya. Reina bukan tipe wanita yang tahu batas." "Louise juga bukan pria lemah. Jika dia terbawa permainan Reina, berarti dia sudah bukan bagian dari kekuatan kita." "Kau akan menyingkirkannya?" "Aku akan menundukkannya. Dengan cara yang tidak akan dia duga." "Bagaimana caranya?" "Rein