Tak terasa perjalanan menuju rumah Idah, yang biasanya ditempuh tak lebih dari dua puluh menit dengan motor, dengan mobil ternyata ditempuh hampir satu jam. Terlalu banyak berhenti. Berkali-kali Idah mengirim pesan menanyai keberadaanku, namun hanya aku balas dengan foto Andri yang duduk si sampingku mengendarai mobil. Sepertinya bukan hanya Idah yang bawel, Andri pun disibukkan dengan chat dari Riki yang menanyakan hal yang sama. Andri lebih ekstrim lagi, dia mengirimkan foto saat sedang menciumku dalam mobil. Lalu Riki membalasnya dengan foto yang sama, hanya saja mereka di dalam kamar. Mereka benar-benar sahabat sejati yag super gila dan kompak. Jam empat sore lebih, kami tiba di rumah Idah. Bagai sepasang suami istri yang bertamu ke rumah pasangan suami istri lainnya, kami bercengke