Dan hari ini, ketika situasi memungkinkan Sandy kembali menawarkan pijatan sensual yang ke tiga kali untuk istri keponakannya. Keduanya sama sekali tidak tahu jika Reza ada di kamarnya. “Gimana mau gak?” Sandy kembali bertanya pada Lina. “Gak mau ah, kemarin aja gak beres, nanti aja kapan-kapan.” nalas Lina sok jual mahal. Padahal sejak tadi, saat melihat Sandy dia sudah dag-dig-dug, apalagi ketika Sandy akan mandi hanya mengenakan celana dalam, Lina sudah berdebar-debar. “Kan sekarang aman gak bakal ada yang ganggu lagi. Gak ada orang kan. Mau di sini atau di rumahmu?” Sandy berusaha meyakinkan, dia sendiri sedang sangat berghairah melihat istri keponakannya yang dia yakini sedang dalam ghairah tinggi juga. Lina pun akhirnya pasrah. Dia segera pulang ke rumahnya untuk mempersiapkan