56) Scandal Para Ipar

1927 Kata

“Mau dimana dipijatnya?” Reza kembali mendengar suara seorang lelaki yang bertanya. Dan dia sangat kenal dengan pemilik suara itu, walau tak melihat orangnya. Sandy pamannya. “Terserah, masa mau sekarang sih, Om. Nanti malam aja di rumahku.” Balas seorang wanita. Reza semakin meruncingkan dua telinganya. Mendengar suara Lina, kakak iparnya yang terkesan manja dan genit. Sang anak bungsu Pak Marta pun kembali memandangi jam dinding yang telah menujukan angkanya. Sejenak Reza berpikir dan mengingat-ingat, ternyata sudah cukup lama dia tertidur siang ini. Seingat dia tadi dia tiduran jam setengah sembilan dan kini sudah hampir jam sebelas siang. Pantas saja dia sampai tidak tahu saat Lina, kakak iparnya dan Sandy, pamannya datang ke rumahnya. ‘Sejak kapan Teh Lina suka dipijat?’ tanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN