Reanne merasa rileks dengan elusan di perutnya yang diberikan Aaron. Ia memejamkan matanya, tapi bukan berarti dia akan menganggap hal ini biasa. Sudah ada alarm bahaya dan ia harus bisa mewaspadai kemungkinan terburuk. Walau bagaimana pun juga, Aaron adalah pria normal. Meski dia berkata kalau dirinya hanya mencintai Reanne, jika digoda oleh tubuh wanita ya pasti pria itu tergoda. Oh Tuhan! Berdoa saja kalau Aaron tidak semudah itu tergiur oleh godaan para wanita. "Kau tidak akan menemui Zelene kan, Aaron?" "Tidak." "Lalu kenapa kau terlihat tidak marah padahal dia jelas-jelas berusaha merusak hubungan kita?" "Karena itu membuang waktu. Aku tak suka mengoceh pada wanita bebal seperti dia," Jawabnya. Mendengar itu, hati Reanne sedikit merasa tenang. Ia menaruh telapak tangannya di