BAB 24

1190 Kata

Arka memejam, merasakan kemarahan kecil yang makin lama makin membesar seiring perkataan sang papa. Pada akhirnya, ia tak mampu lagi mengontrol emosi. Terlebih saat mendengar tentang rencana sang papa. Menatap Haribawa tak berkedip, Arka berucap lantang. “Apartemen itu milik almarhum mama. Diwariskan langsung ke aku. Langkahi dulu mayatku kalau Papa ingin menjualnya. Karena, apa pun yang terjadi aku tidak akan pernah menjual apartemen itu!” Membalikkan tubuh, Arka membuka pintu dan melangkah keluar. “Hei, anak kurang ajar! Kembali kamu. Aku belum selesai ngomong!” Teriakan Haribawa terdengar samar-samar saat pintu menutup di belakangnya. Ia melangkah gontai ke arah pabrik dengan perasaan terpukul. Sama sekali tidak menduga akan rencana Haribawa. Tadinya, ia tidak terlalu peduli dengan

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN