Apa yang mereka khawatirkan akhirnya terjadi juga. Seperti kata ibu panti, Gala yang tertutup dan sulit bergaul bahkan tidak mau dipeluk mama kandungnya sendiri. Bocah itu meronta dan mulai menangis karena merasa tidak nyaman dipeluk orang yang asing baginya. Meski tidak sampai hati melihat sahabatnya yang begitu terluka, Ara terpaksa melepas tangan Nadia yang mendekap tubuh anaknya. Begitu terlepas, Gala yang menangis ketakutan mendongak menatap Ibra memelas dengan kedua tangan merentang minta digendong. Nadia hanya bisa tergugu sakit menerima penolakan dari anaknya, apalagi melihat Gala justru lengket ke Ibra. Mereka menghela nafas, drama miris hidup Nadia terus berlanjut dan seolah belum cukup menggoreskan luka di hatinya. "Aku mamamu, Gala. Apa kamu juga tidak menginginkan Mama, Nak?