Bab.59 Balasan Setimpal

1610 Kata

"Jawab! Kenapa tiba-tiba jadi bisu? Bukankah tadi siang kamu yang berteriak paling keras di rumah sakit?!" bentak Ibra. Bramasta tidak berkutik, terduduk kaku dengan tubuh gemetar menahan sakit sekaligus ketakutan. Bergerak sedikit saja, ujung belati psikopat gila di hadapannya itu pasti akan menancap di bola matanya. "Kasihani lah ibuku! Kalian sendiri tahu bagaimana keadaannya sekarang, kalau aku mati siapa yang akan merawatnya." "Dasar pengecut tengik! Tidak tahu malu! Giliran mau mati menjadikan ibumu yang sakit sebagai tameng," cibir Xena muak. Ibra tertawa sinis. Tahu nyawanya sudah di ujung tanduk dan tidak mungkin lolos dari tangan mereka, Bram mulai mencoba segala cara supaya tetap dibiarkan hidup. Nyalinya ciut melihat bagaimana mereka menghabisi Ducan, padahal balasan yang a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN