Jalan yang Berliku

1688 Kata

Hujan berhenti perlahan di atas langit Jakarta. Udara masih membawa aroma logam dan listrik terbakar — sisa-sisa kehancuran laboratorium Valmont yang kini hanya tinggal puing berasap. Sudah dua minggu sejak peristiwa itu. Sherina membuka matanya perlahan. Ruangan putih steril menyambutnya. Lampu di langit-langit lembut, aroma antiseptik samar. Dia mengenali suara detak monitor jantung yang lembut, lalu suara langkah kaki mendekat. "Syukurlah, kau sudah sadar..." Suara lembut itu membuatnya menoleh. Di hadapannya berdiri seorang wanita berwibawa, Nyonya Yunglow, dengan mata teduh yang menyimpan banyak rahasia. Rambutnya sudah beruban sebagian, tapi wajahnya tetap memancarkan ketenangan dan otoritas yang jarang dimiliki orang biasa. Hanya saja cara Nyonya Yunglow menatap tidak se sadis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN