“Apa kamu masih mencintai laki-laki itu ?” Nadine terdiam mendengar todongan Papanya saat mereka duduk di dalam mobil yang melaju membelah jalanan untuk kembali ke kantor. Hening, Nadine hanya diam membisu tidak menjawab. Nadine sendiri bingung bagaimana mengatakan jika hatinya masih ada Kai, dan saat ini bertambah satu orang lagi penghuni hatinya. “Diam berarti kamu masih mencintainya.” Terdengar Surya menghela nafas lelah. Setelah beberapa tahun ternyata rasa cinta itu masih melekat pada hati Nadine. ”Jangan membuat Papa dan juga keluarga terluka karena cintamu yang terasa membunuh. Dari awal Papa sudah berikan kamu pilihan. Kamu bisa pilih Papa atau Kai.” Nadine masih membisu, hatinya terasa sangat sakit akan perkataan Papanya. Hening, tidak ada yang memulai untuk berbicara lagi