Maaf terlambat ******** Nadine terdiam sejenak. Cemburu menguasai hati dan pikirannya. “Halo ....” suara di seberang kembali terdengar. Suara merdu wanita membakar bara di hati nya. Nadine masih terdiam hingga sambungan telepon di putus sepihak. tanpa mengganti bajunya, Nadine keluar dari kamar. Dia harus bertemu Kai dan memastikan jika saat ini Kai sedang bersama seseorang yang menjawab panggilan teleponnya. “Sayang ... mau kemana lagi ? kamu baru saja pulang ?” Wita, Mama Nadine menegur Nadine yang terlihat kesal. “Nad pamit sebentar Ma, Mia mau ketemu Nadine.” Nadine mencium pipi Mamanya lalu segera pergi sebelum Wita kembali bertanya. Nadine menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. “Kamu mau balas dendam rupanya ?” gumam Nadine sambil mencengkram kuat setirnya. Tidak berap