"Saat marah menguasai, pengendalinya hanya senyummu. ~Nadine~ ******** Surya tersenyum penuh kemenangan saat Nadine kembali dengan hati penuh luka. "kenapa kamu menangis ?" Tanya Surya pura-pura tidak tahu. "Enggak apa-apa Pa, Nad hanya lagi sedih saja, ingat sama Nenek." Bohong Nadine yang mendapat sambutan senyum menyindir dari Surya. "Papa tadi ikutin kamu, jadi jangan bohong sama Papa mengenai air matamu." Nadine menatap ke arah Papanya dengan tatapan kaget. "Papa sudah peringatkan kamu sejak dulu, Kai itu b******n, dan akan selamanya begitu. Dia dan Papanya sama saja. Nadine diam, mendengarkan ceramah panjang lebar yang tengah di sampaikan Papanya. "Tinggalkan Kai, jangan pernah mengharapkan ketulusan darinya, karena yang kamu dapatkan hanyalah kebohongan yang terus dia cip