"Jelita ada yang nyari." Jelita yang sedang fokus menggambar, mendongak. "Siapa?" "Nggak tahu." Kening Jelita mengerut, siapa yang mencarinya? Jika pun Ares, laki-laki itu sudah sangat amat dikenal oleh fakultasnya, gara-gara sering menemuinya di kelas. "Ciri-cirinya gimana?" "Tinggi, ganteng, pake jas." Jelita mengigit bibir bawahnya. "Apa cowok ini?" Jelita menunjukkan foto di ponselnya. "Iya." "Mega bisa minta tolong?" "Apa?" "Bilang sama dia kalau gua nggak ada." Mega teman satu kelasnya menaiki salah satu alisnya. "Tapi gua udah bilang kalau Lo ada." Jelita meringis. Bagaimana ini? Jelita mengusap wajahnya. Untuk apa Jenggala datang ke kampus? Jelita meremas rambutnya merasa frustasi. Dia sendiri yang mengatakan tidak apa-apa. Setelah pulang dari Apartemen Jenggal