Rahasia Jenggala 62

1576 Kata

Jenggala datang ke kantor seperti biasanya. Hanya saja sekarang Jenggala tidak terlihat menghindar. Jenggala berjalan dengan tenang, tersenyum pada beberapa orang yang menyapa. Melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, hanya beberapa menit lagi pikirnya. Menunggu, hingga seseorang yang di tunggu nya datang. Jenggala dengan sengaja berjalan berpapasan dan menyapa. "Selama pagi Pak." ujar Jenggala tersenyum ramah. "Selamat pag—" ucapan itu terhenti saat mata mereka bersitatap satu sama lain. Seperti waktu terhenti mereka hanya saling tatap. Yang satu tersenyum dan yang satu terlihat gelisah. Jenggala tahu karena setelah ini hidupnya akan banyak sekali rintangan. Anak tunggal dari Andreas Angkasa tentu saja akan menjadi incaran para orang-orang yang menginginkannya lenyap. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN