Dengan napas berat, Elara merobek kertas pembungkus salah satu kotak terkecil pemberian Casias. Di dalamnya, tersimpan sebuah kalung emas putih dengan liontin batu zamrud (emerald) sebening kristal, memantulkan cahaya lampu kamar dengan sinar dingin. Bukannya kagum, Elara malah tersenyum kecut. Ia lantas membaca sepucuk surat yang terselip. Kecantikanmu hanya pantas dihiasi oleh batu permata ini. Bayangkan, bongkahan keindahan seperti ini bisa kau dapatkan lebih banyak jika kau kembali padaku. —C.S “Sinting!” umpat Elara geram, meremas surat itu. Batas kesabarannya sudah terlampaui. Seusai bercerai dengan terang-terangan dan tanpa rasa malu, Casias memilih untuk kembali pada cinta pertamanya, Tina dan menganggap pernikahan kontrak mereka yang awalnya hanya kesepakatan bisnis pelunas hut

