Suasana tegang di dalam lift bagai kawat yang diregangkan hingga hampir putus. Casias dengan sorot mata dingin nan tajam, masih mencengkeram kerah jas Robert yang tak kalah mahal. Robert membalas dengan genggaman di lengan Casias, otot rahangnya turut mengeras. Nafas mereka pendek-pendek, terpotong oleh desisan kemarahan yang tertahan. Dua sosok pria parlente dalam setelan jas mewah itu bagaikan dua jagoan yang siap bertarung di kandang sempit, ego dan cemburu yang membara mengabaikan segala kesopanan. DING! Bunyi khas lift dari lantai lima yang terbuka lagi setelah baru saja tertutup bak guntur pemutus sihir. Saat pintu terbuka, sekelompok karyawan yang hendak masuk mendadak membeku, mulut mereka sedikit menganga menyaksikan pemandangan tak biasa dua eksekutif tampan saling berhadapan b

