Di tengah situasi tegang yang Asher ciptakan, tiba-tiba raut Asher memerah. Dari mulai dari cekikikan lalu meledak menjadi terbahak-bahak tak terbendung. "HAHAHA! Maaf, Rob! Aku ... aku gak tahan lagi" Asher memegangi perutnya, matanya berkaca-kaca melihat raut wajah kakaknya yang berubah dari bingung menjadi campuran antara marah dan bingung. "Apa yang begitu lucu?" tanya Robert, nadanya sedikit meninggi. Dia baru saja mendengar pengakuan Asher yang tiba-tiba "menyukai" Elara, wanita yang sedang dia kini direkrut sebagai tunangan palsu untuk membantunya di dunia politik. Dad*nya sempat sesak oleh kecemburuan yang tak masuk di akal. Asher mengusap air matanya, masih terkekeh. "Aku hanya ingin lihat reaksimu. Dan ternyata ... Priceless! Wajah calon walikota yang penuh kharisma itu langsu

