Pengakuan Sang Penguasa

1371 Kata

"Spill cepat!" desak Felisha yang menyadari situasi tegang antara Elara dan calon walikota tadi. "Apa maksudmu? Aku Tidak punya cerita menarik." "Duh! Kau pikir aku buta? Tentu saja situasimu dengan Calon waklikota tadi." Elara tetap berkilah, mengaku tidak ada yang terjadi antara dirinya dan Robert. "Ela, kita berteman sudah seperti saudara. Kau tidak bisa membohongiku," balas Felisha memegang kemudi dengan erat, sesekali melirik ke arah sahabatnya, Elara yang duduk di sampingnya, menatap kosong ke luar jendela. Mereka baru saja meninggalkan sebuah mansion Robert. "El, kamu yakin dengan semua ini?" tanya Felisha mengalihkan topik. Suaranya lembut, tetapi penuh kekhawatiran. "Kontrak dengan Robert ... itu rumit. Dan sekarang dia calon walikota. Semuanya jadi lebih publik, lebih berisi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN