Apa kau sudah tak waras!?

1357 Kata

Lorong rumah sakit berbau antiseptik itu terasa hampa. Cahaya lampu neon yang pucat menyinari lorong-lorong sunyi, menuntun langkah Robert yang berat menuju kamar rawat 405. Ia lantas menarik napas dalam, mengusap raut wajahnya yang lelah dan berusaha menata ekspresi menjadi lebih lembut sebelum mendorong pintu. Di atas brankar, Elara terbaring di balik selimut putih, wajahnya pucat bagai lilin, kontras dengan rambut hitamnya yang berantakan di atas bantal. Netra yang biasanya cerah seperti embun pagi, kini merah dan bengkak, menatap kosong ke langit-langit. Saat Robert masuk, matanya bergerak dan air mata segar menggenang di tepinya. “El,” sapa Robert lembut. Ia mendekat, duduk di tepi tempat tidur, tangan kanannya dengan lembut meraih tangan Elara yang dingin. “Bagaimana … bagaimana pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN