Ayo kita buat bayi, Sayang!"

1034 Kata

Udara di dalam mobil mewah Casias begitu dingin, tapi bagi Tina, setiap hembusan bagai angin neraka. Jari-jari yang dicat merah marun mencengkeram erat tas bermerknya. Pikirannya berputar kencang, mencari celah, merangkai seribu alasan agar Casias tidak curiga dan untuk menghentikan niat kekasihnya menghubungi pengacara. Insiden keguguran Elara, mantan istri Casias, harus berakhir sekarang juga. Tidak boleh berlarut. Apalagi sampai pengadilan. "Cas, Sayang," ujarnya, mencoba menata suara agar tetap lembut meski dad*nya sesak. "Aku pikir kita perlu tenang. Memperkarakan ini secara hukum hanya akan memperpanjang luka. Untukmu, untuk Elara juga. Dia kan masih perlu istirahat total." Casias tidak langsung menjawab. Tatapannya lurus ke jalanan yang mulai terang oleh lampu-lampu kota. Meski b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN