"Bapak ke mana aja?" Raline bertanya cemas saat Noe akhirnya kembali. Bukan Raline bermaksud posesif, hanya saja ia cemas karena Noe tidak kunjung kembali. Padahal Raline tahu kalau Noe adalah pria yang selalu menepati ucapan. Kalau Noe bilang sebentar, berarti pasti sebentar. Sementara pria itu meninggalkan kamar sangat lama sampai Raline berpikir ada hal buruk yang terjadi. "Maaf saya lama ya?" Noe menatap Raline penuh rasa bersalah. Ia sadar telah meninggalkan Raline terlalu lama sendirian. "Gapapa, Pak." "Saya habis bicara banyak dengan Ibu Sandrina." Raline memperhatikan raut Noe dan berusaha menebak. "Ada masalah pekerjaan, Pak?" "Bukan, Ral. Kami membicarakan urusan pribadi." Kata ‘urusan pribadi’ membuat Raline seketika teringat dengan percakapan konyol rekan-rekan kerjanya

