"Pagi, Non,” sapa Nuri hangat. Pagi pertama Raline membuka mata di rumah Noe sejak kepulangannya dari rumah sakit bersama Kyna, Nuri sudah siap menyambut dengan sebuah troli berukuran cukup besar yang entah memuat apa saja. “Pagi, Bu.” Raline yang masih mengantuk, mengucek mata, kemudian beringsut duduk. "Ibu bawa apa?" “Ibu bawakan sarapan untuk Non Raline." "Kenapa dibawa pakai troli, Bu?" Pikir Raline, sebanyak apa makanannya sampai perlu menggunakan troli? "Oh, ini sekalian ada air hangat untuk cuci muka dan berkumur." Nuri mengambil wadah berisi air hangat dan sehelai handuk, lalu memberikannya pada Raline. "Kan saya bisa ke kamar mandi, Bu," ujar Raline heran. "Kata Mas Noe, kalau bisa Non Raline bergeraknya seminim mungkin. Turun naik ranjang seperlunya saja." Raline menggel

