“Ral, kamu tidak keberatan kita tidur di ranjang yang sama lagi?” Noe bertanya canggung saat berbaring bersebelahan dengan Raline. Dalam beberapa waktu terakhir, rasanya cukup sering mereka tidur bersama seperti sekarang karena keadaan yang mengharuskan demikian. Bagi Noe sendiri, hal ini jelas sesuatu yang membahagiakan, tetapi entah untuk Raline. Ia takut wanita itu merasa terganggu karenanya. “Enggak, Pak. Kyna juga mau tidur dekat Daddy.” Entah apa yang menguasai dirinya sampai-sampai Raline bisa berubah jadi seaneh ini. Bukan saja tingkahnya, kata-katanya pun ikut jadi ajaib. Sempat Raline berpikir, sudah hilang waraskah dirinya? Lega karena tidak merasakan penolakan dari Raline, Noe memberanikan diri untuk menyentuh perut wanita itu. “Kyna hari ini jadi anak baik?” “Kyna baik, Dad

