“Pagi, Ral ….” Sapaan lembut Noe langsung menerpa pendengaran Raline ketika ia terbangun pagi harinya. “Bagaimana perut kamu pagi ini?” Raline menemukan Noe duduk di sisinya seperti subuh tadi, memandanginya sedemikian rupa. Entah apa yang tengah pria itu pikiran. Refleks Raline meraba perutnya, kemudian tersenyum malu. “Enggak sakit lagi sih, Pak.” “Good girl!” puji Noe senang sambil mengusap perut Raline. “Kyna dengar kata-kata Daddy untuk tidur yang tenang supaya Mommy bisa istirahat yang nyenyak ya.” “Maaf ya Pak udah buat kerusuhan malam-malam. Saya kira semalam udah mau lahiran. Saya takut banget. Ternyata cuma kontraksi palsu.” “Tidak apa, Ral." Noe menepuk lembut lengan Raline. "Kita tetap ke dokter saja ya untuk memastikan.” “Iya, Pak.” Raline mengangguk patuh. “Bapak engg

