"Dad, boleh masuk?" tanya Raline ragu-ragu dari pintu ruang kerja Noe. Sudah sejak dua hari terakhir Raline begitu canggung dan serba salah setiap kali berhadapan dengan Noe. Ia merasa semakin hari Noe semakin menjauh, semakin kaku, dan semakin dingin. Hal itu membuat Raline sedih juga gelisah. Namun, meski tahu Noe sedang menjaga jarak dengannya, Raline seolah tidak mampu menjauh. Ia tidak tahan didiamkan dan diacuhkan. Raline selalu coba mencari cara untuk bisa berdekatan dengan Noe dan pekerjaanlah yang ia jadikan alasan. Ada atau tidak, Raline berusaha membuatnya jadi ada, agar ia bisa masuk ke ruangan Noe. Dalam sehari paling sedikit tiga kali Raline akan masuk ke ruangan Noe. Karena jika bukan di kantor, tidak ada kesempatan lain untuk bertemu. Noe selalu tidak ada setiap kali Ra

