Suasana ruang VVIP itu mendadak sunyi setelah denting pintu yang tertutup rapat mengikuti kepergian Praditya. Rayan, yang sedari tadi bersikap tenang sebagai pengamat, perlahan meraih gelas kristal di hadapannya. Ia menyesap cairan amber itu perlahan, membiarkan rasa panasnya membakar kerongkongan, sementara matanya menatap lurus ke arah pintu yang kosong. "Aku sudah mengetahui siapa Amindita," ucap Rayan tiba-tiba. Kalimat itu meluncur begitu saja, memecah keheningan dan membuat Wira yang sedang menyalakan cerutu terhenti seketika. Wira menoleh cepat, matanya menyipit penuh selidik. "Benarkah? Di mana kau bertemu dengannya? Praditya bahkan sangat tertutup soal keberadaan istrinya itu." "Aku tak sengaja bertemu di dalam pesawat tadi," jawab Rayan dengan senyum tipis yang sulit diartikan

