Tidak sampai tiga puluh menit, apa yang diperintahkan oleh Praditya Ararya benar-benar terwujud secara nyata. Kekuasaan dan jaringan yang dimiliki seorang Wira memang tidak pernah bermain-main, bahkan jika itu hanya urusan memindahkan sebuah gerobak kaki lima ke dalam lingkungan elit kawasan hunian mewah klan Ararya. Entah dari sudut jalan mana di sudut kota jakarta ini Wira menemukannya, sebuah gerobak soto lamongan otentik kini telah terparkir gagah di area paviliun belakang mansion, tepat di dekat taman yang asri. Gerobak kayu jati yang dilapisi cat hijau khas dengan tulisan "Soto Ayam Asli Lamongan" yang agak memudar itu tampak sangat kontras berdiri di atas lantai marmer premium luar ruangan. Di dalam entalase kaca gerobak, bergelantungan d**a ayam kampung goreng yang montok, jeroa

