Tiga hari telah berlalu sejak insiden mengerikan di dalam mansion Ararya, dan tiga hari itu pula Amindita harus rela mendekam di dalam ruang VVIP Rumah Sakit Pusat Ararya. Bagi wanita aktif seperti Amindita, terkurung di dalam ruangan bernuansa putih dengan bau antiseptik yang semerbak adalah sebuah siksaan batin yang teramat nyata. Ia sungguh bosan setengah mati. Gips di pergelangan tangan kanannya masih terpasang kokoh, membuatnya semakin terbatas dalam bergerak. Satu-satunya hiburan Amindita hanyalah menatap layar televisi atau memandangi dedaunan pohon yang bergerak di balik jendela kaca besar ruangan tersebut. Siang itu, suasana kamar tampak lengang namun sarat akan ketegangan profesional. Di area sofa tamu, Praditya sedang duduk tegak di hadapan laptopnya yang menyala. Pria itu men

