110

1603 Kata

Saat Praditya dan Wira masih tenggelam dalam pembicaraan dingin mereka di area sofa, keheningan ruang VVIP itu mendadak pecah bukan oleh ketukan, melainkan oleh pintu yang terdorong terbuka dengan cukup bertenaga. "Ditaaa!! Ya ampun, Amindita!" Suara melengking yang sarat akan kepanikan luar biasa itu seketika menggema di dalam ruangan medis yang luas tersebut. Sosok Sena masuk dengan langkah tergesa-gesa, bahkan nyaris tersandung kakinya sendiri jika saja sebuah tangan kekar tidak dengan sigap menahan pinggangnya dari belakang. Di belakang Sena, berdiri Dialta—pria matang yang menjabat sebagai CEO MHS Holding—dengan setelan jas formal yang sangat rapi. Dialta menghela napas panjang, memasang ekspresi wajah antara lelah menghadapi kehebohan Sena dan rasa tidak enak yang mendalam pada Pr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN