Setelah kedua dokter spesialis tersebut menyelesaikan pemeriksaan dan pamit undur diri dari ruang VVIP, suasana kamar kembali hening dan tenang. Suster yang mendampingi mereka sempat meletakkan sebuah nampan berisi menu sarapan pagi di atas meja dorong, lengkap dengan segelas air putih dan obat-obatan yang harus dikonsumsi Amindita. Praditya menghela napas panjang, merasa sebuah beban berat yang sempat menghimpit dadanya sejak kemarin siang kini perlahan-lahan terangkat. Ia memutar tubuhnya, mendekati meja dorong dan menariknya hingga tepat berada di samping ranjang Amindita. Di atas nampan itu tersaji semangkuk bubur ayam hambar tanpa kecap, beberapa potong buah pepaya yang dipotong dadu, dan sebotol s**u khusus ibu hamil. Aroma rumah sakit yang khas seketika menguar dari makanan terseb

