Amindita mengerutkan keningnya dalam, mencoba menyeimbangkan beban belanjaan di tangannya yang mulai membuat jemarinya memerah. Ia menatap tajam pria di hadapannya, mengabaikan fakta bahwa wajah pria ini sebenarnya cukup menawan untuk ukuran seorang penguntit. "Dari mana Anda tahu jika saya sekretaris dari Ararya Group?" selidik Amindita dengan nada penuh kecurigaan. Seingatnya, kemarin di bandara ia tidak mengenakan tanda pengenal perusahaan yang mencolok. Pria itu hanya menyunggingkan senyum tipis, lalu dengan santai merebut dua tas paling besar dari tangan Amindita tanpa izin. "Dunia ini sempit, Botol Yakult. Dan orang-orang di Ararya Group biasanya tidak seimut ini kalau sedang marah." "Kembalikan! Saya bisa bawa sendiri!" seru Amindita sembari mencoba meraih kembali tas-tas itu, na

