51

1035 Kata

Setelah suapan terakhir habis, Amindita segera berdiri untuk membereskan meja. Namun, belum sempat ia meraih piring kotor suaminya, tangan besar Praditya sudah lebih dulu menyambar tumpukan piring itu. "Biar aku yang bawa ke wastafel," ucap Praditya santai, seolah hal itu adalah rutinitas hariannya. Amindita terbelalak. "Mas! Nggak usah, biar aku aja. Kamu duduk saja di sana, atau nonton TV sana." Praditya tidak bergeming. Dengan kaos putihnya yang santai, ia melangkah menuju area cuci piring, membawa piring-piring kotor itu dengan tampangnya yang tetap terlihat elegan meski hanya di dapur. "Ini namanya kerja sama tim, Sayang. Kamu sudah masak, aku yang cuci piring. Adil, kan?" "Mas Pradi, kamu itu CEO Ararya Group! Tanganmu itu buat tanda tangan kontrak triliunan, bukan buat kena sabu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN